Danny Pomanto Terancam Jadi Penonton di Pilwalkot Makassar 2020
PLUZ.ID, MAKASSAR – Konstalasi jelang Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Makassar, 9 Desember 2020, terus berputar. Bakal calon Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, terancam tidak ikut bertarung dan hanya jadi penonton kontestasi lima tahunan ini.
Terutama setelah Partai Golkar mencabut rekomendasi yang telah diberikan kepada Danny Pomanto, sapaan akrab Moh Ramdhan Pomanto dan menyerahkannya kepada bakal calon Wali Kota Makassar lainnya Irman Yasin Limpo.
Hal tersebut diputuskan Tim Pilkada Pusat DPP Partai Golkar dalam Rapat Pleno yang dipimpin Ketua Umum, Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (30/6/2020).
“Terakhir, di Kota Makassar telah ditetapkan saudara Irman Yasin Limpo,” kata Nurdin Halid, Pelaksana Tugas Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, saat mengumumkan bakal pasangan calon usungan Golkar di daerah yang akan mengikuti Pilkada Serentak di 12 Kabupaten dan kota di Sulsel melalui video yang tersebar di grup WhatsApp.
Dengan begitu pria yang akrab disapa None ini, satu satunya bakal calon di Pilwalkot Makassar yang telah mencukupkan kursi untuk maju dikontestasi demokrasi lima tahunan tesebut.
Sebelumnya Partai Amanat Nasional (PAN), peraih lima kursi di DPRD Makassar lebih dulu memberi dukungan ke Irman Yasin Limpo.
Kemudian disusul Partai Golkar peraih lima kursi turut memberikan dukungannya kepada Irman Yasin Limpo. Jadi saat ini, total sepuluh kursi dukungan partai politik ke Irman Yasin Limpo telah memenuhi syarat untuk maju di Pilwalkot Makassar.
Posisi Danny Pomanto yang terancam juga ditanggapi Manager Strategi dan Operasional Jaringan Suara Indonesia (JSI), Nursandy Syam. Menurutnya, hal itu bisa terjadi jika target pemenuhan partai tidak dipenuhi Danny Pomanto sampai batas waktu yan ditentukan menurut tahapan pilkada di KPU Kota Makassar.
“Kalau melihat dinamika politik yang terbangun hari ini, ada potensi Pak Danny (Danny Pomanto) tak ikut Pilwalkot Makassar. Memang paket sesama kader mengurangi poin dari Pak Danny,” ucapnya.
Sandy, sapaan akrab Nursandy Syam, mengatakan, Danny Pomanto harus memanfaatkan situasi dimana memperkuat komunikasi dengan partai lain. Sebab, kekuatan elektabilitas menjadi daya tarik mantan Wali Kota 2014-2019 masih besar.
“Tinggal upaya pendekatan yang diperkuat Pak Danny ke partai lain menurut saya. Jadi, Pak Danny harus mencari hal-hal strategis yang bisa saling menguntungkan satu sama lain,” bebernya.
Sementara, Partai Nasdem yang telah mengusung Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi, hanya memiliki enam kursi di DPRD Kota Makassar. Adapun syarat usungan minimal sepuluh kursi.
Meski demikian Danny Pomanto yang diusung Partai Nasdem dengan pasangan bakal calon Wakil Wali Kota Fatmawati Rusdi (DP-Fatma), masih intens berburu partai untuk menggenapkan usungan. Bahkan, lobi-lobi dilakukan hingga ke Jakarta atau tingkat pusat untuk menggenapkan dukungan Partai Nasdem.
Saat ini, Danny Pomanto, tengah berada di Jakarta merampungkan dukungan partai, termasuk Partai Gerindra.
“Iya, dek. Saya lagi berada di Jakarta. Saya diundang salah satu partai untuk menyampaikan visi-misi, sebelum mereka menentukan pilihan,” jelasnya, Rabu (1/7/2020). (***)