search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Lembaga Kemahasiswan FDK UIN Alauddin Bahas Pergerakan Mahasiswa

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 08 Juli 2020 18:39
DISKUSI ONLINE. Wakil Ketua DPRD Sulsel Ni'matullah didampungi dipandu moderator Attock Suharto memberikan materi diksusi online yang digelar lembaga kemahasiswaan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Rabu (8/7/2020). foto: istimewa
DISKUSI ONLINE. Wakil Ketua DPRD Sulsel Ni'matullah didampungi dipandu moderator Attock Suharto memberikan materi diksusi online yang digelar lembaga kemahasiswaan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Rabu (8/7/2020). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Lembaga kemahasiswaan dalam hal ini Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Senat Mahasiswa FDK, dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) se-FDK Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali melaksanakan diksusi online, Rabu (8/7/2020).

Dalam diskusi online kali ini tema yang diangkat adalah ‘Gerakan Mahasiswa dan Komitmen Bernegara’.

Acara ini menghadirkan pemateri Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan dan Wakil Ketua DPRD Sulsel Ni’matullah yang dipandu moderator Attock Suharto (mantan Ketua BEM UINAM 1999-2001).

Diskusi online ini dibuka langsung Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Firdaus Muhammad.

Sejalan dengan tema yang diangkat, dalam sambutannya, Firdaus Mahammad, menyampaikan, hal ini sebuah terobosan yang bagus, karena peran atau gerakan mahasiswa sangat dibutuhkan masyarakat terutama dalam melihat kondisi di negara ini, misalnya persoalan Covid-19 sampai dengan problem Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Senada dengan itu, dalam penyampaian materinya Ni’matullah mengatakan, kerap kali gerakan mahasiswa selalu diaplikasikan dalam bentuk demonstrasi.

“Padahal esensi dari sebuah gerakan mahasiswa adalah idealisme atau gagasannya, bagaimana membawa perubahan dalam kehidupan sosial,” tegas mantan Ketua BEM Unhas ini.

Dalam proses diskusi, berlangsung juga tanya jawab antara peserta diskusi dengan pemateri terutama mengenai konteks gerakan-gerakan mahasiswa yang kerap kali mendapatkan tindakan represif dari oknum tertentu. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top