Pray For Masamba Jadi Trending Topic di Twitter
PLUZ.ID, MAKASSAR – Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Luwu Utara, khususnya di ibu kota kecamatan atau Kecamatan Masamba dan Kecamatan Baebunta, Senin (13/7/2020) malam, langsung mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan. Baik itu, pemerintah maupun Organisasi Masyarakat (Ormas), dan lainnya.
Tidak ketinggalan kepedulian diungkapkan nitizen yang disampaikan melalui Media Sosial (Sosial). Salah satunya dengan membuat tagar Pray For Masamba atau #prayformasamba
Kepedulian nitizen yang cukup tinggi ini, membuat tagar #prayformasamba menjadi trending topic Twitter di Indonesia hari ini. Angkanya bahkan sudah lebih 6 ribu-an tweet hingga malam ini dan terus mengalami kenaikan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, banjir bandang terjadi di Kecamatan Baebunta dan Kecamatan Masamba di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Senin (13/7/2020) malam.
Ribuan rumah warga dan tempat ibadah
dihantam banjir bandang dan lumpur bercampur pasir setinggi 2 Meter.
BANJIR BANDANG. Salah satu titik yang diterjang banjir bandang di Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Senin (13/7/2020) malam. foto: istimewa
Diketahui, banjir bandang yang diperkirakan sebagai banjir terparah yang melanda wilayah tersebut, disebabkan karena meluapnya Sungai Radda dan yang berada di lokasi Desa Radda dengan jarak sekitar 2 Kilometer (Km) dari pusat Kota Masamba, yang juga lebih dahulu teredam. Penyebabnya curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir atau sejak 12 Juli 2020.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Sulsel, Endro Yudo Waryono, menjelaskan, musibah ini terjadi, hampir bersamaan dengan meluapnya Sungai Masamba, yang meluber hingga Bandar Udara Andi Djemma, Senin (13/7/2020) malam.
“Jalan Trans Sulawesi Lumpuh total sekira pukul 02.53 WITA,” ujarnya.
Endro mengatakan, alat berat sempat dikerahkan untuk melakukan pengerukan pasir bercampur lumpur yang menutup jalan dan perumahan warga.
“Buldoser sempat dikerahkan, tapi mundur di tengah jalan, lumpur bercampur pasir sangat tebal,” katanya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pun telah melakukan evakuasi. Evakuasi mandiri juga dilakukan sebagian warga yang terdampak.
“Sebagian masyarakat telah mengungsi untuk menyelamatkan diri masing-masing bersama keluarganya,” kata Muslim Mukhtar, Kepala BPBD Luwu Utara, kepada wartawan, Senin (13/7/2020).
Muslim mengatakan, evakuasi mandiri tersebut dilakukan lantaran kondisi yang tidak memungkinkan untuk mengevakuasi seluruh warga terdampak secara bersama-sama. Saat ini, kata dia, warga sudah diungsikan ke tempat yang aman.
“Karena kondisi tidak memungkinkan untuk kita lakukan evakuasi bersama sama, sehingga mereka evakuasi diri masing masing dan sebagian kita sudah tempatkan di gedung olahraga, di tempat yang lebih aman,” tuturnya.
Banjir yang menerjang Luwu Utara ini, terekam video dan foto yang beredar luas media sosial pasca kejadian ini. (***)