search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Tanggapan Inspektur Covid-19 Soal Penjagaan di Perbatasan Dinilai Tidak Efektif

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 18 Juli 2020 08:00
Imam Hud. foto: anas/pluz.id
Imam Hud. foto: anas/pluz.id

PLUZ.ID, MAKASSAR – Inspektur Covid-19 Kota Makassar, Imam Hud, angkat bicara perihal sejumlah pihak yang menilai penjagaan di perbatasan tidak efektif.

Terlebih, kendaraan luar yang masuk Makassar melenggang mulus tanpa hambatan. Padahal, penjagaan di perbatasan akan memeriksa Surat Keterangan (Suket) Bebas Covid-19 yang wajib disertakan ketika masuk ke Kota Makassar. Itu, dalam rangka memutus penyebaran mata rantai virus corona di Kota Makassar.

“Penegakan itu kita harus ketat. Sebab, penerapan ini pasti ada kelemahan. Untuk membuktikan efektif atau tidak harus uji coba, tapi paling tidak masyarakat menerima gerakan adanya pembatasan antar wilayah,” kata Imam, Jumat (17/7/2020).

Imam menjelaskan, dirinya siap menerima kritikan dan masukan terhadap pelaksanaan pembatasan di wilayah perbatasan. Termasuk penilaian tidak efektif penjagaan sejumlah pihak.

“Sudah pernahkah ada survei yang membuktikan ini efisien dan itu efektif yang serius melihat tingkat kepatuhan orang Makassar terhadap Perwali 31 yang dulu. Kita hanya bikin asumsi dan itu hak orang,” paparnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar sendiri mulai menerapkan Peraturan Wali Kota (Perwali) nomor 36 tahun 2020 tentang Percepatan Pengendalian Covid-19 di Makassar sejak Senin (13/7/2020) lalu. Yaitu, mewajibkan setiap orang yang hendak masuk Makassar memperlihatkan Surat Keterangan (Suket) Bebas Covid-19 yang diperiksa di perbatasan. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top