Musda X Golkar Sulsel Ditunda
PLUZ.ID, MAKASSAR – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) X Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Sulsel resmi ditunda. Rencananya, sesuai jadwal musda ini, akan dilaksanakan, besok, Sabtu (25/7/2020).
Penundaan ini secara resmi disampaikan langsung Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, HA Nurdin Halid di Kantor Golkar Sulsel Jl Bontolempangan, Kota Makassar, Jumat (24/7/2020).
Nurdin Halid didampingi Panitia dan Pengarah Musda X Golkar Sulsel, mengatakan, alasan penundaan ini, mengikuti masukan dari Polda Sulsel.
“Panitia Musda Golkar Sulsel sudah menyurat ke Polda Sulsel, jawabannya sudah keluar kemarin, Kamis (23/7/2020). Polda meminta agar pelaksanaan musda ini, ditunda sementara waktu. Alasannya, saat Sulsel, khususnya Kota Makassar masih dalam kondisi zona merah pandemi virus corona (Covid-19). Makanya, melalui kesempatan ini, kami secara resmi menyampaikan penundaan Musda X Golkar Sulsel,” jelasnya.
Nurdin Halid mengatakan, sekalipun menggelar musda dengan protokol kesehatan yang ketat, namun Golkar Sulsel tetap menghargai atas saran Polda Sulsel tersebut. “Kita tidak ingin jadi klaster baru Covid-19,” terangnya.
Menurutnya, mekanisme Musda Golkar berbeda dengan partai lain.
“Kita ada aturan, bahwa jumlah peserta yang punya hak suara itu 30 orang kali 2 jadi 60 orang. Karena yang hadir Ketua dan Sekretaris. Ditambah Steering Committee, DPP yang kurang lebih 100 orang,” ujarnya.
“Inipun sudah kita gabungkan phisical dan virtual. Namun, tidak mendapat izin dari kepolisian. Kami maklumi karena Makassar dalam kondisi zona merah,” tambah mantan Ketua Golkar Sulsel ini.
Nurdin Halid menjelaskan, dengan adanya penundaan ini, maka Golkar Sulsel telah menyurat ke Dewan Pengurus Pusat (DPP) Golkar mengenai pelaksanaan Musda Golkar Sulsel ini, agar tetap sesuai dengan arahan DPP Golkar, yaitu pelaksanaannya paling lambat 31 Juli 2020.
“Kita sudah menyurat ke DPP Golkar, minta arahan dan petunjuk atas penundaan ini. Kita sisa menunggu petunjuk lanjutan dari DPP,” jelasnya. (***)