search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Ekonomi Sulsel Alami Kontraksi -3,87 Persen

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 06 Agustus 2020 13:30
Yos Rusdiansyah. foto: istimewa
Yos Rusdiansyah. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulsel mencatat pada kuartal kedua 2020 ini, pertumbuhan ekonomi Sulsel mengalami kontraksi -3,87 persen.

“Ekonomi Sulsel triwulan II-2020 terhadap triwulan II-2019 turun atau kontraksi -3,87 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha informasi dan komunikasi yang tumbuh 10,48 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai komponen ekspor barang dan jasa yang tumbuh 11,17 persen,” jelas Yos Rusdiansyah, Kepala BPS Sulsel melalui data yang dirilis, Rabu (6/8/2020).

Yos Rusdiansyah menjelaskan, kontraksi perekonomian Sulsel pada kuartal kedua 2020 ini, dipicu melambatnya laju pertumbuhan pada sejumlah sektor ekonomi, seperti transportasi, perhotelan, perdagangan, industri pengolahan, dan konsumsi rumah tangga.

“Sektor ini yang paling terkena imbas di tengah pandemi virus korona saat ini. Apalagi, diberlakukannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan WFH (Work From Home),” katanya.

Dari data BPS transportasi menurun hingga -51,15 persen, penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar -30,91 persen, jasa perusahaan sebesar -27,34 persen, perdagangan besar dan eceran sebesar -8,29 persen, industri pengolahan sebesar -8,23 persen, dan konstruksi sebesar -4,94 persen.

Yos Rusdiansyah mengatakan, ekonomi Sulsel triwulan II-2020 terhadap triwulan sebelumnya kontraksi sebesar -0,41 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang tumbuh 15,93 persen. Sementara itu, dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) yang tumbuh 46,23 persen.

“Ekonomi Sulesel semester I-2020 dibandingkan semester I-2019 (c-to-c) kontraksi -0,51 persen. Dari sisi produksi pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 10,14 persen. Sementara itu dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 0,98 persen,” katanya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top