search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Jemaah Minta Pengurus Masjid Shihhatul Iman Segera Diaudit

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 09 Agustus 2020 20:00
PERNYATAAN JEMAAH. Perwakilan jemaah Masjid Shihhatul Iman, Kompleks Kesehatan Banta-bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar Muh Tahir (kanan) menyerahkan surat pernyataan jemaah masjid kepada Ketua Pengurus Masjid Shihhatul Iman H Said Sulaiman, usai Salat Jumat (7/8/2020) lalu. foto: istimewa
PERNYATAAN JEMAAH. Perwakilan jemaah Masjid Shihhatul Iman, Kompleks Kesehatan Banta-bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar Muh Tahir (kanan) menyerahkan surat pernyataan jemaah masjid kepada Ketua Pengurus Masjid Shihhatul Iman H Said Sulaiman, usai Salat Jumat (7/8/2020) lalu. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Jemaah, donatur, dan warga di sekitar Masjid Shihhatul Iman di Kompleks Kesehatan Banta-bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar mendesak pengurus masjid untuk segera melakukan audit laporan keuangan sebagai pertanggungjawaban pengelolaan dan penggunaan dana masjid.

Desakan ini disampaikan salah seorang perwakilan jemaah masjid secara tertulis yang diserahkan langsung kepada Ketua Pengurus Masjid Shihhatul Iman, H Said Sulaiman, usai Salat Jumat (7/8/2020) lalu.

Dalam surat yang ditandatangani 50-an jemaah masjid dan warga sekitar, tertuang dugaan kesalahan penggunaan anggaran dana masjid, yang notabene bersumber dari sumbangan para donatur dan jemaah masjid, yang selama ini dinilai tidak transparan. Termasuk penggunaan dana masjid untuk kepentingan Yayasan Shihhatul Iman.

Sejumlah donatur menilai beberapa item penggunaan atau pengeluaran dana memerlukan penjelasan yang mendetail.

Ketua Ikatan Persaudaraan Jemaah Masjid Shihhatul Iman, Abd Wahab, Minggu (9/8/2020), mengakui, selama ini tidak ada transparansi terkait pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan kepada kepada donatur dan jemaah. Padahal, transparansi pengurus sangat penting untuk pengembangan masjid yang telah dibangun menggunakan dana ummat di atas tanah wakaf Kementerian Kesehatan untuk kepentingan sosial keagamaan warga sekitar.

“Jemaah, donatur, dan masyarakat sekitar telah membuat surat dan kita sudah serahkan ke Ketua Pengurus Masjid Shihhatul Iman, Bapak H Said Sulaiman. Intinya, kita minta pertanggungjawaban penggunaan dan pengelolaan dana masjid. Pengelolaan keuangan masjid harusnya dipertanggungjawabkan kepada jemaah masjid bukan kepada yayasan. Sebab keuangan masjid berasal dari sumbangan jemaah, donatur, dan masyarakat,” terangnya.

Abd Wahab juga mengakui, selama ini, pengelolaan keuangan masjid dipertanggungjawabkan ke Yayasan Shihhatul Iman. Padahal, seharusnya sesuai dengan aturan kebijakan pemerintah dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dan Dewan Masjid Indonesia (DMI), pengelolaan keuangan masjid dipertanggungjawabkan ke jemaah masjid.

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top