search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Jokowi: Penganugerahan Tanda Jasa dan Kehormatan Melalui Pertimbangan Matang

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 14 Agustus 2020 21:30
BERI KETERANGAN. Presiden Joko Widodo memberikan keterangan selepas upacara penganugerahan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (13/8/2020). foto: istimewa
BERI KETERANGAN. Presiden Joko Widodo memberikan keterangan selepas upacara penganugerahan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (13/8/2020). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menganugerahkan tanda jasa dan tanda kehormatan kepada 53 penerima pada tahun ini.

Penganugerahan tersebut diberikan kepada anak-anak bangsa yang dinilai telah berjasa besar terhadap bangsa dan negara.

Presiden mengatakan, penganugerahan tanda jasa dan tanda kehormatan tersebut telah melewati proses pertimbangan yang sangat matang oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan yang berpedoman pada Undang-Undang Nomor 20 tahun 2009.

“Penghargaan ini diberikan kepada beliau-beliau yang memiliki jasa terhadap bangsa dan negara. Ini lewat pertimbangan-pertimbangan yang matang oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Jadi pertimbangannya sudah matang,” ujar Presiden dalam keterangannya selepas upacara penganugerahan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Beberapa diantara penerima tanda kehormatan tersebut ialah Wakil Ketua DPR RI 2014-2019 Fadli Zon dan Fahri Hamzah yang selama ini dinilai sering berbeda pandangan dengan pemerintah. Namun, Presiden menegaskan, perbedaan tersebut justru menggambarkan kehidupan demokrasi yang dipegang teguh oleh Indonesia.

Perbedaan pandangan tersebut tentunya tidak mengurangi pengakuan negara terhadap jasa-jasa dan kiprah mereka yang memang dinilai layak untuk memperoleh anugerah tanda kehormatan tersebut.

“Bahwa misalnya ada pertanyaan mengenai Pak Fahri Hamzah kemudian Pak Fadli Zon yang berlawanan dalam politik, berbeda dalam politik, ini bukan berarti kita ini bermusuhan dalam berbangsa dan bernegara. Inilah yang namanya negara demokrasi,” katanya.

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top