search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Budi Hastuti Sosialisasi Perda Pendidikan Makassar

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 16 Agustus 2020 22:23
SOSIALISASI PERDA. Anggota DPRD Kota Makassar, Budi Hastuti, melaksanakan kegiatan sosialisasi penyebarluasan dan informasi produk hukum daerah Kota Makassar di Hotel Aerotel Smile Makassar, Minggu (16/8/2020). foto: istimewa
SOSIALISASI PERDA. Anggota DPRD Kota Makassar, Budi Hastuti, melaksanakan kegiatan sosialisasi penyebarluasan dan informasi produk hukum daerah Kota Makassar di Hotel Aerotel Smile Makassar, Minggu (16/8/2020). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Budi Hastuti, melaksanakan kegiatan sosialisasi penyebarluasan dan informasi produk hukum daerah Kota Makassar di Hotel Aerotel Smile Makassar, Minggu (16/8/2020).

Kegiatan ini dihadiri peserta dari Daerah Pemilihan (Dapil) Mamajang, Mariso, dan Tamalate (Mamarita). Agendanya, sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) nomor 1 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Kota Makassar.

Budi, sapaan akrab Budi Hastuti, tema ini dinilai penting untuk disampaikan kepada masyarakat. Apalagi, pendidikan saat ini berada dalam situasi pandemi Covid-19, sehingga dibutuhkan peran Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

“Saat ini pendidikan kita tengah terdampak Covid-19. Oleh karena itu, sebagai wakil rakyat kita ingin pemerintah bisa hadir untuk peningkatan kualitas pendidikan di Makassar,” katanya.

Budi menjelaskan, regulasi tahun 2019 ini, bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat, utamanya sistem pembelajaran daring/online yang sedang dilakukan pemerintah.

“Situasi pandemi ini kita harap orang tua diberikan kesabaran mengajarkan anak-anaknya. Itu, untuk melindungi dari penyebaran Covid-19, sehingga sistem pembelajaran online dilakukan,” ucapnya.

Sementara, narasumber sosialisasi perda, Babra, menyampaikan, regulasi Perda nomor 1 tahun 2019 memberi isyarat pemkot adaptif terhadap pendidikan. Banyak variabel yang dihadirkan terkait kebutuhan tenaga pendidik.

“Kita harap pemerintah juga bisa menghadirkan konsep belajar yang efektif dan efisien tentang bagaimana penyelenggaraan pendidikan ditengah pandemi,” kata Babra.

Selain itu, Babra menilai, kualitas dan kuantitas pendidikan di Kota Makassar harus merata. Apalagi, status Kota Anging Mammiri menjadi episentrum Covid-19 di Sulsel.

“Akses pendidikan harus diberikan. Kita lihat masih minim sarana prasarana disuatu kecamatan misalnya di kecamatan Makassar masih satu sekolah dan itu perlu ditambah saya kira,” paparnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top