search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pengurus Masjid Shihhatul Iman Bertanggung Jawan Penggunaan Dana Jemaah

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 18 Agustus 2020 14:00
PENGURUS MASJID. Ketua Pengurus Masjid Sihhatul Iman HM Said Sulaiman (kiri) bersama Ketua Pengurus Yayasan Shihhatul Iman Baharuddin Makkasau usai rapat di Masjid Sihhatul Iman di Kompleks Kesehatan Banta-bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. foto: doelbeckz/pluz.id
PENGURUS MASJID. Ketua Pengurus Masjid Sihhatul Iman HM Said Sulaiman (kiri) bersama Ketua Pengurus Yayasan Shihhatul Iman Baharuddin Makkasau usai rapat di Masjid Sihhatul Iman di Kompleks Kesehatan Banta-bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. foto: doelbeckz/pluz.id

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pengurus Masjid Shihhatul Iman di Kompleks Kesehatan Banta-bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar siap mempertanggungjawabkan penggunaan dan pengelolaan dana masjid.

Ketua Pengurus Masjid Shihhatul Iman, HM Said Sulaiman, mengatakan, ada dua bendahara masjid yang selama ini bertugas mengatur keuangan masjid.

“Pengurus masjid bertanggung jawab atas penggunaan dana masjid selama ini. Penggunaan dan pengelolaan keuangan masjid dicatat dua petugas bendahara,” jelasnya.

Said Sulaiman mengungkapkan, setiap pengeluaran dan pemasukan dicatat bendaha, sehingga apapun itu memiliki bukti pencatatan. Bahkan, arus kas keuangan masjid ditampilkan di whiteboard yang disediakan di masjid.

“Selain di pembukuan, pengumuman keuangan juga ditulis dan dipajang di whiteboard yang disediakan, sehingga ada transparansi. Setiap jemaah, donatur, dan masyarakat dapat melihatnya tiap saat. Jadi tidak benar jika ada yang mengatakan kita tidak transparan dalam mengelola keuangan masjid,” terangnya.

Said Sulaiman mengakui, termasuk penggunaan anggaran untuk membiayai pengacara dan saksi mengawal laporan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

“Kita akui ada penggunaan dana masjid sebesar Rp176 juta untuk membiayai 14 kali perjalanan pengacara dan saksi ke PTUN Jakarta. Kebetulan Yayasan Shihhatul Iman tengah melayangkan gugatan ke PTUN, karena adanya yayasan lain yang mendapatkan pengesahan dari Kemenkum HAM,” ujarnya.

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top