search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

PD Pasar Makassar Tegur Pedagang di Pasar Sawah

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 20 Agustus 2020 13:13
DATANGI PEDAGANG. Petugas dari PD Pasar Makassar Raya Kota Makassar mendatangi pedagang yang melakukan penunggakan lods atau lapak di Pasar Sawah yang terletak di Jl Gunung Latimojong, Kelurahan Lajangiru, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Kamis (20/8/2020). foto: istimewa
DATANGI PEDAGANG. Petugas dari PD Pasar Makassar Raya Kota Makassar mendatangi pedagang yang melakukan penunggakan lods atau lapak di Pasar Sawah yang terletak di Jl Gunung Latimojong, Kelurahan Lajangiru, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Kamis (20/8/2020). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya Kota Makassar terus melakukan penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar Nomor 12 tahun 2004 tentang Pengurusan Pasar Dalam Daerah Kota Makassar. Salah satunya terkait penunggakan pembayaran lods atau lapak.

Kepala Bagian Ketertiban dan Keindahan PD Pasar Makassar Raya Kota Makassar,
Muh Jaenul, melayangkan surat teguran kepada para pedagang di Pasar Sawah yang terletak di Jl Gunung Latimojong, Kelurahan Lajangiru, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, yang melakukan penunggakan, Kamis (20/8/2020).

Sedikitnya 28 lods pedagang terancam mendapat sanksi tegas jika belum bisa melunasi tunggakannya. Adapun sanksi yang bakal diberikan berupa penyegelan paksa dan pengambil alihan lods atau lapak yang sudah ditempati pedagang.

“Tindakan yang kami jalankan sesuai Peraturan Wali Kota Makassar Nomor 1 Tahun 2004 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 12 Tahun 2004, Pasal 8 ayat (1) berbunyi ‘Pemakai tempat berjualan/usaha yang tidak membayar/menunggak pembayaran sewa tempat berjualan/usaha selama tiga bulan berturut-turut, maka direksi berhak melakukan penyegelan tempat berjualan/usaha dimaksud’,” ujarnya.

Didampingi Kasubag Pembinaan dan Penertiban Abdul Malik Hakim dan Kasubag Kebersihan dan Keindahan Abd Latif, dan Kanit Pasar Sawah Andi Susanto beserta sejumlah staf, Jaenul mengatakan, jenis pungutan jasa di pasar ditetapkan direksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Oleh karena itu, PD Pasar melalui bidang penertiban melayangkan surat penyampaikan kepada para pedagang yang tidak membayar atau menunggak pembayaran sewa tempat selama tiga bulan berturut-turut atau sesuai data tunggakan yang terlampir.

“Ini adalah surat teguran kedua. Adapun, tunggakan jasa produksi yang dimaksudkan adalah sebesar Rp10.000-Rp20.000 per bulan. Total taksiran kerugian mencapai Rp35 juta. Dari tunggakan pedagang, baik yang bulanan maupun tahunan. Karena pedagang biasanya tidak menyadari ada kewajiban pajak di dalamnya. Mereka kadang berpikir lods itu sudah miliknya,” jelas Jaenul. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top