Belajar dari Sentuhan Kecil Bang Kuswiyoto

MENULIS tentang sosok Bang Kuswiyoto, mungkin sebulan tidak cukup membahas tentang kebaikannya. Bukan karena posisinya sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Pegadaian saat ini.

Penulis menjuluki bapak dua anak ini, ‘MR Solution’, sebab memang tidak pernah ada yang ruwet sesuai slogan Pegadaian, perusahaan BUMN yang dipimpinnya saat ini, ‘Menyelesaikan Masalah Tanpa Masalah’.

Perjumpaan pertama saat penulis mengagas pemecahan rekor Prestasi Indonesia Dunia menabung serentak 50 ribu pelajar SD, SMP, SMA/SMK di Lapangan Karebosi Makasssar 2012 lalu, dengan mengajak Bank Rakyat Indonesia bersama Gerakan Makassar Gemar Membaca (GMGM), program unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang penulis gagas di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar kala itu, Ilham Arief Sirajuddin.

Saat jumpa awal kesan pertama seakan sudah puluhan tahun bersama, sebab sosok yang awalnya seram jika tidak ngobrol, namun setelah ngobrol walah super baik, kala itu Bang Kuswiyoto menjabat Pemimpin Wilayah (Pimwil) BRI Makassar, tiga tahun gagas program menabung, kartu smart city Kota Makassar bersama Bang Kuswiyoto saat promosi jabatan ke Jakarta digelar perpisahan, namun tidak datang sampai Bang Kus nelepon “Om kok nda datang di Hotel Sahid perpisahan ku” , penulis jawab “Bang itu perpisahan jabatan saya mau selamanya menjadi adik serta sahabat bang kus”.

Bang Kus dipromosi sebagai Direksi BRI pusat, penulis selalu jika ke Jakarta pasti sempatkan ke kantor Bang Kus sekedar lepas kangen dan setiap pulang pasti Bang Kus antar turun pulang dengan alasan pengen merokok di bawah atau meminta staf BRI mengantar penulis dengan mobil dinasnya sebagai Direksi BRI.

Saat di promosi sebagai Direktur Utama PT Pegadaian, Bang Kus tetap sama tidak berubah menelepon minta saran penulis ide apa yang bagus dilakukan Hari Ulang Tahun (HUT) Pegadaian ke-118 di pusatkan di Sumenep Madura, Jawa Timur, jadi penulis memberi ide pemecahan rekor prestasi Indonesia dunia menabung emas serentak seluruh Indonesia dan ide itu Bang Kus terima, padahal bisa saja memakai jasa event organizer, tapi Bang Kus menghargai ide penulis dan jadilah HUT ke-118 Pegadaian di Sumenep Madura, Jawa Timur.

Pengalaman itu sampai kapan pun akan penulis kenang, setiap ke Jakarta selalu minta ditensi walau mungkin tidak perlu, tapi Bang Kus ingin menghargai profesi penulis sebagai dokter dan setiap ke Makassar pasti ajak jumpa jalan, ngopi serta makan dan di Jakarta pun setiap ke Kantor Pusat Pegadaian selalu dijamu makan ikan, ngopi, dan kuliner lain.

Sampai naik haji 2019 Bang Kus mencari cara agar bisa jumpa sama penulis minum makan khas makanan Arab.

Saat pandemik Covid-19 mulai masuk ke Indonesia Maret lalu, Bang Kus langsung memesan baju Alat Pelindung Diri (APD). Kala itu susah dapatnya langsung Bang Kus serahkan 100 baju APD, hand sanitizer, dan bantuan lain buat disalurkan melalui Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar. “Om ta kirim yaah bantuan alakadarnya buat dokter dan nakes”, tentu ini sangat berharga di saat susahnya baju APD.

Bang Kus setiap waktu sengganya juga memberi support lewat WhatsApp, “Walau Dokter Koboi tetap jaga kesehatan om, kalau ada keperluan urgent dalam melaksanakan tugas kemanusiaan Covid-19 info yaah”.

Banyak dan banyak lagi sentuhan kecil yang Bang Kus berikan kepada penulis tidak akan habis dibahas begitu banyaknya kebaikan yang diberikan.

Semua pelajaran itu berasal dari hatinya Bang Kus. Menunjukkan perhatian yang besar pada orang lain meski menurutnya apa yang dilakukan berupa sentuhan kecil.

Jarang orang yang bisa melakukannya, hanya sebagian yang mampu melaksanakannya. Karena ada dorongan dari dalam hati “Do by Your Heart”. Jika dilakukan dengan hati, maka akan sampai ke hati, itulah Bang Kus selama ini kepada semua orang.

Semoga saya dan kita semua dapat mencontoh dan melaksanakannya secara konsisten apa yang dilakukan Bang Kus kepada siapa saja perhatian kecil, namun berdampak besar.

Dari atas pesawat Citilink penerbangan Makassar ke Jakarta, penulis berharap bisa meneladani Bang Kus dengan terus berbuat baik kapan dan dimana saja dengan memulai dari hal-hal kecil untuk mewujudkan yang besar, tentunya berbuat kebaikan itu teorinya gampang, tapi terkadang aplikasinya susah, sebab letaknya di hati.

Penulis berharap tetap jaga kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak serta sering cuci tangan, sebab saat ini Covid-19 belum melandai.

Salamaki Tapada Salama

Penulis,
dr Wachyudi Muchsin SH
Humas IDI Kota Makassar – Kabag Humas dan Kerja Sama UIM

Berita Terkait
Baca Juga