search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Kemenkes Kerja Sama UNICEF Pengadaan Vaksin dan Obat Terjangkau

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 17 September 2020 10:00
KERJA SAMA. Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Permadi (ki-ka), Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Perwakilan UNICEF Indonesia Debora Comini, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri BUMN Erick Thohir sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. foto: istimewa
KERJA SAMA. Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Permadi (ki-ka), Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Perwakilan UNICEF Indonesia Debora Comini, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri BUMN Erick Thohir sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan dan Kepala Perwakilan UNICEF di Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama yang memungkinkan untuk melakukan pengadaan vaksin dengan harga terjangkau di Auditorium Siwabessy, Kemenkes, Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Turut hadir dan menyaksikan Menteri Kesehatan, Menteri Luar Negeri RI, Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), serta Wakil Menteri BUMN.

Sekretaris Jenderal Kemenkes RI, Oscar Primadi, mengatakan, Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani ini, untuk memperbaharui MoU sebelumnya dengan UNICEF pada 2004. MoU tersebut mengatur proses pengadaan barang dan jasa melalui UNICEF, mulai dari proses pengajuan, pembayaran, sampai pengiriman, sehingga diharapkan dapat memperlancar pemberian produk kesehatan esensial untuk masyarakat Indonesia.

Pengadaan dan pembelian vaksin akan dilakukan melalui Supply Division UNICEF yang berkedudukan di Copenhagen, Denmark. Melalui divisi tersebut UNICEF dimungkinkan untuk melakukan pemesanan vaksin dengan jumlah yang besar dengan harga yang lebih rendah, sehingga akan terjadi penghematan yang signifikan.

“Kemitraan ini akan memungkinkan Indonesia membeli vaksin baru, seperti pneumococcal conjugate vaksin (PCV) dengan harga 1/3 dari harga pasar saat ini.  Jika diukur secara nasional, hal ini dapat mencegah hampir 10.000 kematian anak setiap tahun,” kata Debora Comini, Perwakilan UNICEF Indonesia.

Comini menjabarkan, kesepakatan ini dilatarbelakangi oleh pandemi Covid-19. Kasus terkonfirmasi yang terus meningkat serta menempatkan negara dengan jumlah kematian tertinggi di Asia Tenggara, maka penting bagi Indonesia untuk mendapatkan kemudahan akses terhadap obat-obatan dan vaksin baru.

Ia menilai ke depan, banyak negara yang berupaya keras memenuhi kebutuhan vaksin dan obat di wilayahnya. Untuk itu, melalui perjanjian kerja sama ini, ia menyakini Indonesia akan mendapatkan banyak keuntungan termasuk penurunan harga vaksin dan obat serta menjalin kerja sama pengembangan vaksin antara produsen dalam negeri Indonesia (Biofarma) dan UNICEF.

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top