search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pegadaian-BNPT Berkomitmen Cegah Radikalisme dan Terorisme

doelbeckz - Pluz.id Senin, 21 September 2020 11:00
AUDIENSI. Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto melakukan audiensi dengan Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar di Kantor Pusat BNPT yang terletak di Gedung Kementerian BUMN, Kamis (17/09/2020). foto: istimewa
AUDIENSI. Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto melakukan audiensi dengan Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar di Kantor Pusat BNPT yang terletak di Gedung Kementerian BUMN, Kamis (17/09/2020). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – PT Pegadaian (Persero) berkomitmen mendukung Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam mencegah radikalisme dan terorisme di lingkungan karyawan Pegadaian.

Upaya ini dilakukan Pegadaian sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam rangka membangun daya tangkal untuk mewaspadai munculnya ancaman radikalisme dan terorisme. Di 2020 ini, BNPT dan Kementerian BUMN menyepakati Rencana Aksi Penanggulangan Terorisme.

Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto melakukan audiensi dengan Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar di Kantor Pusat BNPT yang terletak di Gedung Kementerian BUMN, Kamis (17/09/2020).

Melalui audiensi ini, Kuswiyoto menyampaikan komitmen PT Pegadaian dalam menangkal persebaran paham radikalisme dan terorisme.

“Pegadaian akan melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada karyawan tentang bahaya paham radikal dan terorisme. Kami juga akan memberikan bantuan sarana dan prasarana untuk mengembangkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

“Sama halnya dengan bahaya penyalahgunaan narkotika, penanggulangan radikalisme dan terorisme merupakan tanggung jawab kita bersama,” tambah Kuswiyoto dikutip melalui siaran pers di situs Pegadaian, Senin (1/9/2020).

Sementara, Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar, menyambut baik dan mengapresiasi komitmen yang ditunjukkan Pegadaian.

“Sebagai Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang penanggulangan terorisme, BNPT tentunya tidak bisa berjalan tanpa adanya dukungan seluruh pihak. Untuk itu, saya sangat mengapresiasi komitmen dan dukungan yang diberikan oleh Pegadaian,’’ ungkapnya.

Sebagai salah satu Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Pegadaian tentunya menjadi salah satu lembaga yang berpotensi menjadi objek Tindak Pidana Pencucian Uang dan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme (TPPU dan TPPT).

Untuk itu, Pegadaian telah menerbitkan regulasi internal tentang Pedoman Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme. Regulasi ini mengatur tentang transaksi keuangan di Pegadaian yang bertujuan untuk mengatisipasi dalam pendanaan terorisme. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top