Family Gathering Keluarga Besar Petta Baoesat Lakoro Batara Wajo

SEJAUH apapun kamu pergi, keluarga adalah tempat terbaik untuk pulang.

Penggalan quote di atas bisa jadi adalah penyemangat untuk selalu ingin kembali berkumpul dengan keluarga. Apalagi, jika bersama dengan keluarga besar lain yang terpisah oleh jarak.

Momen gathering pasti akan selalu dinantikan untuk lebih mendekatkan satu sama lainnya meski dalam waktu yang singkat.

Demikian pula dengan keluarga besar Almarhum H Andi Baoesat Tantoe La Koro Batara Wajo (Petta Sulewatang Rappang) atau yang biasa disebut Petta Baoesat.

Di akhir pekan lalu, Sabtu-Minggu (19-20/9/2020), bertempat di Malino, Kabupaten Gowa, keturunan almarhum dari anak hingga cucu dan cicitnya berkumpul bersama dalam kegiatan gathering yang berlangsung dengan meriah.

Gathering dimulai dengan foto keluarga setiba di Malino. Pada malam harinya, acara dibuka dengan sepatah kata dari Ir H Andi Sangaji Banna yang merupakan cucu dari anak pertama almarhum, yaitu Andi Patongai Baoesat dan sekaligus mengirimkan Al Fatihah untuk almarhum serta leluhur yang lain.

Selepas makan malam, stand up comedy dari Ketua Panitia Andi Mahawira SE cukup mengocok perut para peserta.

Acara berlanjut dengan tukar kado yang sudah disiapkan sebelumnya. Karaoke secara giliran menjadi penghangat ditengah dinginnya malam kota bunga yang terasa hingga ketulang.

Keseruan berlanjut di pagi hari selepas sarapan. Lomba joget antar anak-anak menjadi pembuka, Andi Danendra yang masih berusia tujuh tahun berhasil mengungguli kakak-kakaknya di lomba joget Tiktok.

Tak ketinggalan ibu-ibu lebih heboh di lomba joget gemufamire. Para bapak-bapak berhasil membuat seluruh peserta gathering terpingkal pingkal dengan lomba joget kursinya.

Acara dilanjutkan dengan mendengarkan silsilah singkat Petta Boesat dari penasehat keluarga, yaitu H Andi Bambang Baoesat (Petta Bamba) dan Hj Andi Monno Baoesat (Petta Monno).

Selain itu, Petta Bamba juga meneruskan pesan dari leluhur, bahwa untuk tetap menjaga kelestarian keluarga ini salah satunya dengan menyematkan nama BAOESAT kepada anak cucu kita.

Gathering ditutup dengan pembagian souvenir kepada perwakilan setiap keluarga yang hadir berupa jam bergambar Petta Baoesat sebagai lambang pemersatu keluarga dan diakhiri dengan pembacaan doa dipimpin salah satu cucu menantu almarhum dan sekaligus menjelaskan pentingnya tetap menjaga silaturahmi keluarga besar termasuk dengan acara seperti ini, selain melalui arisan rutin yang sudah dilakukan setiap bulan.

“Insya Allah, gathering kita selanjutnya di Tanjung Bira tahun depan,” ujar Andi Mahawira SE, Ketua Panitia.

Seluruh acara berlangsung dengan sesuai protokol kesehatan secara ketat (menggunakan masker, persiapan hand sanitizer hingga penyemprotan villa). (***)

Laporan: Rahmat ‘Otonk’

Berita Terkait
Baca Juga