search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

DPRD Kendari Studi Banding ke PD Pasar Makassar

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 02 Oktober 2020 16:00
KUNJUNGAN. Jajaran Direksi PD Pasar Makassar Raya Kota Makassar menerima kunjungan rombongan DPRD Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (1/10/2020). foto: istimewa
KUNJUNGAN. Jajaran Direksi PD Pasar Makassar Raya Kota Makassar menerima kunjungan rombongan DPRD Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (1/10/2020). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Rombongan DPRD Kota Kendari, Sulawesi Tenggara bertandang ke kantor Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya Kota Makassar guna melakukan studi banding terkait pengelolaan pasar tradisional di Makassar, Kamis (1/10/2020).

Dalam kunjungan tersebut Wakil Ketua 2 DPRD Kendari, Syamsuddin Rahim, mengatakan, sangat mengapresiasi kinerja Direksi PD Pasar Makassar. Untuk itu, selaku ketua rombongan ia mengajak sepuluh orang timnya dari Komisi II Bidang Perbankan, Ekonomi, dan Keuangan untuk belajar banyak dari Makassar.

“Kehadiran kami ingin sharing tentang pengelolaan pasar tradisional untuk diketahui, Di kendari ada delapan pasar tradisional yang bangunannya menyerupai pasar modern yang seiring perjembangan jaman pasar yang dulunya kumuh mulai direhabilitasi, tapi lebih baguslah yang di Makassar. Makanya kami ke Makassar,” ujarnya.

Anggota dari Fraksi PAN ini, menuturkan, sebagian pasar di Kendari tidak selamanya dikelola PD Pasar. Tapi ada juga yang dikelola Dinas Pendapatan Daerah. Bahkan, ada pasar yang tidak punya izin.

“Kami ada pasar yang juga dikelola Dinas Pendapatan. Ada juga pasar kami yang tidak ada izinnya. Apakah ini ada juga di Makassar dan bagaimana pengelolaannya,” tanyanya kepada jajaran Direksi PD Pasar Makassar.

Selain itu, dilaporkan ada pula pasar yang dikontrak pihak kedua, sehingga retribusinya diambil pihak pengelola. Kondisi ini pula yang mendorong mereka untuk menjajaki potret pengelolaan pasar.

Direktur Umum PD Pasar Makassar, Nuryanto G Liwang, menjeleskan, sebelumnya apa yang dihadapi PD Pasar Makassar dulu hampir sama dengan persoalan di Kendari. Terutama pada persoalan regulasi dan aturan aturan lainnya.

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top