search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Fasruddin Rusli Reses di Maricaya Baru

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 03 Oktober 2020 18:00
RESES. Anggota DPRD Kota Makassar, Fasruddin Rusli saat menggelar Reses I masa persidangan I tahun anggaran 2020-2021 di Kelurahan Maricaya Baru, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Jumat (2/10/2020). foto: istimewa
RESES. Anggota DPRD Kota Makassar, Fasruddin Rusli saat menggelar Reses I masa persidangan I tahun anggaran 2020-2021 di Kelurahan Maricaya Baru, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Jumat (2/10/2020). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pandemi Covid-19 di Kota Makassar masih tinggi. Sejumlah sektor belum mendapat izin untuk beraktivitas, salah satunya Sekolah. Alasannya, potensi penyebaran sangat besar, sehingga pemerintah tidak ingin ada klaster sekolah terjadi.

Hanya saja, orang tua siswa meminta aktivitas sekolah tatap muka kembali dibuka. Mereka mengeluhkan metode ini sangat merugikan.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kota Makassar, Fasruddin Rusli saat menggelar Reses I masa persidangan I tahun anggaran 2020-2021 di Kelurahan Maricaya Baru, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Jumat (2/10/2020).

“Dua kelurahan yang saya datangi. Mereka meminta agar sekolah tatap muka kembali dibuka,” kata Fasruddin Rusli.

Acil, sapaan akrab Fasruddin Rusli, menjelaskan, pihaknya telah mengkaji kemungkinan untuk membuka kembali sekolah tatap muka. Salah satu sasarannya diterapkan di kepulauan, sebab kawasan ini angka kasus Covid-19 sangat rendah.

“Banyak masalah memang sistem sekolah di rumah. Pembelian kouta sangat tinggi dan teman-teman Komisi D berikan lampu hijau,” katanya.

Namun, sambung Acil, sekolah tatap muka belum masuk kajian pemerintah atau gugus tugas. Pasalnya, angka kasus masih tinggi dan Makassar berada dalam zona merah.

“Kita masih was-was. Tapi kalau zona hijau itu sudah bisa buka,” ucapnya.

Tidak hanya itu, kata Acil, persoalan air bersih belum tuntas. Perumda Air Minum Kota Makassar mestinya memperhatikan kebutuhan warga, sebab ini persoalan dasar manusia.

“Ada keluhan juga soal program fisik. Itu kita sudah minta pemerintah melalui dana kelurahan dan semoga bisa maksimal,” katanya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top