search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Tips Orang Tua Hadapi Anak di Masa Pandemi

doelbeckz - Pluz.id Senin, 05 Oktober 2020 11:00
Seto Mulyadi. foto: istimewa
Seto Mulyadi. foto: istimewa

PLUZ.ID, JAKARTA – Pskilogi anak sangat berpengaruh terhadap imunitas tubuh. Berpikir positif dan mengurangi stress bisa menghindari dari terpapar Covid-19.

Praktisi Keluarga dan Anak, Dr Seto Mulyadi MPsi memberikan tips bagaimana keluarga terutama anak dan orang tua tetap beraktivitas dan berkreasi dengan riang gembira di masa pandemi Covid-19 ini.

Dalam talkshow ‘Mengajak Anak-Anak Bergembira di Masa Pandemi’ di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) Graha BNPB Jakarta, Minggu (4/10) pagi, Kak Seto, panggilan akrab Seto Mulyadi, mengatakan, orangtua harus membangun suasana rumah menjadi menyenangkan bagi anak.

“Orangtua harus berani berubah lebih tenang, sabar, gembira, dan penuh rasa syukur. Dengan begitu kita memposisikan jadi sahabat anak-anak,” ujar Seto Mulyadi dikutip melalui siaran pers di situs Covid-19 Indonesia, Senin (5/10/2020).

Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak  Indonesia (LPAI) itu, memberikan tips untuk menyiasati perubahan kondisi di era pandemi.

Pertama, orang tua harus menyadari setiap orang punya daya adaptasi, kemampuan menyesuakan diri. Penyesuaian ini sangat penting terutama dalam menghadapi anak yang biasanya bertemu teman di sekolah.

Kedua, orang tua mengedepankan diskusi dengan anak, bukan instruksi layaknya komandan kepada prajuritnya. Sehingga anak akan menemukan kenyamanan saat di rumah.

Ketiga, tidak memaksakan anak untuk mengikuti seluruh materi pelajaran daring yang diberikan sekolah. Kurikulum sekolah yang diberikan pada siswanya ini masih mengacu pada situasi normal sehingga dalam pelaksanaan menimbulkan masalah.

Keempat, orang tua perlu mengapresiasi terhadap bakat dan potensi anak, bukan hanya semata-mata fokus pada pelajaran akademik semata. Apresiasi ini bisa menimbulkan tingkat kepercayaan diri pada anak.

“Apresiasi dari orang tua terhadap anak dengan potensi berbeda. Anak ditumbuhkan perasaan bangga terhadap diri sendiri karena ada dukungan keluarga,” ungkap Kak Seto. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top