Kemenperin Tunjuk Sucofindo Verifikasi Impor Garam dan Gula

PLUZ.ID, JAKARTA – Perizinan importasi bahan baku gula dan garam industri berada di bawah kendali Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan, Kemenperin memiliki mekanisme ketat di dalam verifikasi, khususnya berkaitan dengan jumlah kebutuhan garam atau gula untuk industri penggunanya.

“Kami menggunakan dan bekerja sama dengan pihak ketiga, Sucofindo (PT Sucofindo/Persero), sehingga hasil verifikasi kami harap menjadi sangat objektif,” kata Agus, saat konferensi pers virtual usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) melalui konferensi video mengenai Percepatan Penyerapan Garam Rakyat, Senin (5/10/2020).

Agus mengatakan, selain itu, pihaknya tidak akan membiarkan bahan baku yang diimpor industri merembes ke pasar, sehingga mengganggu petani gula dan garam.

“Ini akan kami berikan sanksi yang sangat tegas bagi industri yang sudah kami berikan izin impor bahan baku industri, dan malah salah gunakan untuk merembes ke pasar. Akan kami berikan sanksi tegas,” tegasnya.

Agus menyampaikan kebutuhan garam untuk industri, bahan baku industri dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada 2020 dibanding 2019 meningkat 6,8 persen dari kebutuhan garam industri.

“Kita prediksi ke depan akan terus menerus meningkat kebutuhan garam industri sejalan dengan peningkatan kapasitas para industri pengguna yang sebagian besar adalah chlor alkali, yakni PT Asahi Mas, Sulfindo, Riau Andalan Pulp & Paper, dan sebagainya. Jadi kami harap ke depan kebutuhan garam industri akan semakin besar sejalan dengan pertumbuhan industri,” jelasnya.

Sementara, Direktur Utama PT Sucofindo (Persero), Bachder Djohan Buddin, Rabu (7/10/2020), mengatakan, tentu dengan ditunjuknya PT Sucofindo untuk hal tersebut adalah suatu kepercayaan yang luar biasa, karena masalah industri garam ini, sebelumnya dilaksanakan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Bachder mengakui, kepercayaan kepada Sucofindo untuk melaksanakan verifikasi garam industri wajar, karena sejak dari dulu memang Sucofindo yang tangani secara profesional.

Bachder Djohan Buddin. foto: istimewa

“Apalagi, Sucofindo memiliki infrastruktur yang mumpuni disupport tenaga-tenaga yang memiliki sertifikat sesuai persyaratan dengan berbagai ISO (International Organization for Standardization) yang telah diakreditasi KAN (Komite Akreditasi Nasional) dan dukungan laboratorium yang lengkap,” jelasnya.

“Semoga amanah yang diberikan ini, Sucofindo tentunya akan lebih memberikan layanan baik dari sisi mutu dan kualitas maupun waktu yang sesuai dengan kebutuhan…Amin,” tambah Bachder. (***)

Berita Terkait
Baca Juga