search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Jubir Danny-Fatma: Yang Diduga Melanggar Bukan Paslon

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 13 Oktober 2020 17:00
Indira Mulyasari Paramastuti. foto: istimewa
Indira Mulyasari Paramastuti. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Terkait kasus dugaan pelanggaran politik uang yang dilaporkan kubu kandidat Munafri Arifuddin-Abd Rahman Bando (Appi-Rahman) kepada pasangan calon Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma), Juru Bicara Tim Adama (Danny-Fatma), Indira Mulyasari Paramastuti angkat bicara.

Indira menyebutkan, yang diduga melanggar bukanlah Pasangan Calon (Paslon) Danny-Fatma, maupun tim kampanye tim Adama. Danny-Fatma sendiri juga mengaku tidak mengetahui peristiwa yang dilaporkan kubu lawannya.

“Yang melanggar itu bukan bagian dari kami, baik Paslon Danny-Fatma atau tim kampanye. Individu-individu yang terekam di lokasi, seperti yang dilaporkan, adalah pihak yang diduga melanggar,” ujar Indira dalam keterangannya, Selasa (13/10/2020).

Politisi perempuan Nasdem ini, mengungkapkan, Paslon Danny-Fatma sebelumnya juga telah dimintai keterangan Bawaslu Makassar terkait adanya atribut kampanye Danny-Fatma di lokasi kejadian. Akan tetapi, paslon dengan nomor urut 1 ini, mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut.

Mantan Wakil Ketua DPRD Makassar ini, menambahkan, pihaknya mengaku heran dengan sikap Bawaslu Makassar yang terkesan sangat bersemangat merilis hasil penyelidikan tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) pada paslon Danny-Fatma sebagai pihak terlapor.

“Proses seperti ini juga dialami kandidat lain, seperti Appi-Rahman sebelumnya. Hanya saja, hanya pada kasus kami selaku terlapor, Bawaslu Makassar memberi keterangan pers, sedangkan untuk kasus-kasus sebelumnya, Bawaslu tidak memberi keterangan pers. Untuk hal ini, dapat ditanyakan langsung kepada Bawaslu,” kata Indira.

Sementara, Anggota Bawaslu Makassar, Zulfikarnain, yang dikonfirmasi mengaku, tidak pernah membeda-bedakan setiap laporan yang masuk ke Bawaslu. Semua laporan yang masuk diproses tim Gakkumdu yang terdiri dari anggota Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan.

“Kami tidak pernah merilis hasil pemeriksaan laporan dengan melakukan jumpa pers, namun kita tetap merespon bilamana ada pihak media yang bertanya, di kantor juga setiap perkembangan kasus tertulis di papan pengumuman, kebetulan juga baru satu kasus yang naik ke tahap penyidikan,” ujar Zulfikarnain. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top