PLUZ.ID, MAKASSAR – Tidak selamanya pertemuan antara Polisi dan mahasiswa hanya terjadi dalam aksi-aksi unjuk rasa saja. Pertemuan keduanya pun tak selamanya harus berakhir dengan aksi bentrok.
Di Kabupaten Bone, Provinsi Sulsel, Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone bersama Personel Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel terlihat kompak melaksanakan kegiatan Jumat Pagi Bersih Lingkungan (Jumpa Berlian), Jumat ( 16/10/2020).
Kegiatan sosial bersih lingkungan yang diselenggarakan Brimob Bone bersama Mahasiswa ini, dilaksanakan di Masjid Al Markaz, Jl Ahmad Yani, Kabupaten Bone. Kegiatan ‘Jumpa Berlian’ ini, memang sengaja dilakukan di Masjid Al Markaz, karena masjid ini sering menjadi sentral kegiatan ibadah masyarakat Kabupaten Bone.
Dalam kegiatan ‘Jumpa Berlian’ ini, terlihat personel Brimob Batalyon C Pelopor bersama mahasiswa IAIN Bone saling bahu membahu membersihkan setiap sudut kawasan mesjid terbesar di Kabupaten Bone ini. Hal ini jauh bertolak belakang dengan apa yang telah kita lihat belakang ini saat bertemu di aksi unjuk rasa.
Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel, Kompol Nur Ichsan, demi mewujudkan bakti Brimob untuk masyarakat, Batalyon C Pelopor telah menjalin sinergitas yang baik dengan berbagai elemen masyarakat khususnya pada kegiatan-kegiatan sosial.
“Tentunya untuk mewujudkan bakti Brimob untuk masyarakat, kami membutuhkan dukungan dari berbagai elemen khususnya dari kalangan mahasiswa karena mereka memiliki semangat dan jiwa sosial yang tinggi. Jadi kami libatkan adik-adik mahasiswa dari IAIN Bone dalam kegiatan penyemprotan disinfektan di fasilitas umum dan kegiatan Jumat Pagi Bersih Lingkungan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ungkap Nur Ichsan.
Sementara, di tempat terpisah Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Anis PS, mengatakan, jika Satbrimob Polda Sulsel akan terus bersinergi dengan instansi terkait agar pandemi Covid-19 segera berakhir khususnya di Sulsel.
“Kami akan terus menggandeng tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, dan tokoh agama serta instansi terkait untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 melalui serangkaian kegiatan. Hal ini akan terus kami lakukan hingga pandemi ini berakhir dan keadaan normal kembali,” jelasnya. (***)