search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

PD Pasar Makassar Gairahkan Pasar Tradisional

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 28 Oktober 2020 11:00
TALKSHOW. Direktur Operasional PD Pasar Makassar Raya Kota Makassar, Saharuddin Ridwan (kiri) saat membuka talkshow Kebiasaan Baru, Open Mind Fajar Grup di Ide Kopi Lt1 Graha Pena Makassar, Selasa (27/10/2020). foto: istimewa
TALKSHOW. Direktur Operasional PD Pasar Makassar Raya Kota Makassar, Saharuddin Ridwan (kiri) saat membuka talkshow Kebiasaan Baru, Open Mind Fajar Grup di Ide Kopi Lt1 Graha Pena Makassar, Selasa (27/10/2020). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Direktur Operasional Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya Kota Makassar, Saharuddin Ridwan, menjelaskan, ketika penerapan PSPB, pasar tradisional di Makassar hanya buka setengah hari. Akibatnya, dari 15 ribu jumlah pedagang yang datang berjualan hanya di bawah 50 persen, sehingga perekonomian menjadi anjlok.

Setelah ada imbauan dari Kementerian Perdagangan bahwa setiap pasar bisa melakukan upaya jual beli tanpa perlu ke pasar, sehingga dilibatkanlah beberapa aplikasi belanja online. Namun, sebelumnya pinak PD Pasar Makassar sendiri sudah melakukan upaya kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan ditiap pasar, yakni adanya tempat cuci tangan untuk program CTPS bantuan dari CSR.

“Memang tidak mudah tapi kita tetap lakukan dan kita buat aturan atau regulasi dalam pasar,” ujar Sahar saat talkshow Kebiasaan Baru, Open Mind Fajar Grup di Ide Kopi Lt1 Graha Pena Makassar, Selasa, (27/10/2020).

Sahar mengatakan, kendati demikian ada beberapa poin yang diterapkan dalam pasar sejak pandemi ini mewabah, yaitu setiap pedagang wajib pakai masker, setiap pedagang wajib cuci tangan di air yang mengalir menggunakan sabun, setelah berjualan wajib bersihkan area jualannya, dan tetap jaga jarak.

Namun, diakui di pasar, protokol kesehatan sangat sulit diterapkan. Tak jarang, pedagang dan pembeli masih abai menggunakan masker saat proses jual beli, sehingga dibutuhkan peran pemerintah untuk menciptakan rasa nyaman dan aman berbelanja di pasar di masa pandemi ini.

Misalnya, pedagang diajak untuk memasang sekat plastik dan pembayaran dilakukan secara cashless (nontunai) menggunakan barcode khusus atau menggunakan aplikasi belanja online.

“Jadi kita sudah buat program pasar datang ke rumah. melalui dua pilihan belanja baik secara online dan offline,” terang Sahar melalui rilisnya, Rabu (28/10/2020).

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top