search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

FUIB Sulsel Aksi Sikapi Pernyataan Presiden Prancis

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 04 November 2020 20:00
Foto: Djusman AR (kanan) bersama Ust H Muchtar Dg Lau. foto: istimewa
Foto: Djusman AR (kanan) bersama Ust H Muchtar Dg Lau. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Rapat Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Provinsi Sulsel di Warkop Al-Kalam, Jl Sungai Limboto, Kota Makassar, Selasa (3/11/2020) malam, dihadiri ratusan orang dari perwakilan organisasi massa dan berbagai elemen masyarakat di Makassar.

Pertemuan ini dipimpin langsung Ketua FUIB Sulsel Ust H Muchtar Dg Lau dengan didampingi antara lain Ust Abdul Rahman, Ust Bachtiar, dan ustadz lainnya. Pada rapat tersebut juga hadir tokoh anti korupsi Djusman AR yang dikenal sebagai Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar dan Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi.

Bang Djus, sapaan akrab Djusman AR memang dikenal pula sebagai tokoh pergerakan dalam pembelaan Islam semasa di kampus hingga sekarang bahkan juga diketahui selaku aktivis GNPF-MUI.

Bang Djus pun mengaku, siap turun bersama rekan-rekannya pada aksi, Jumat (6/11/2020), mengenai aksi bela Nabiullah Muhammad SAW untuk menyikapi pernyataan kontroversial Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang menyatakan karikatur Nabi Muhammad SAW adalah suatu bentuk kebebasan dan sah-sah saja dlakukan di negaranya. Bahkan, Macron menyatakan agama Islam adalah agama teroris yang sedang dilanda krisis.

“Atas pernyataan tersebut telah menuai prostes dari umat Islam di seluruh penjuru dunia, termasuk di Makassar dan kita akan turun aksi, Insya Allah, Jumat ini,” ujarnya, Rabu (4/11/2020).

Rapat yang berlangsung semalam ini, berlangsung alot dan penuh semangat, berbagai usulan dan penyataan keluar dari perwakilan organisasi yang hadir dengan sekali-kali keluar teriakan spontan Allahu Akbar dari peserta rapat.

Akhirnya, rapat yang berlangsung alot tersebut memutuskan akan diadakannya demonstrasi besar-besaran yang akan dihadiri sampai ratusan ribu umat Islam di Kota Makassar dan kegiatan demonstrasi akbar tersebut akan dihadiri tokoh-tokoh, ulama yang berpengaruh di Sulsel bahkan Indonesia dan mereka semalam sudah menyatakan siap hadir setelah dihubungi peserta rapat.

Rapat tersebut juga memutuskan akan membuat pernyataan dan tuntutan kepada pemerintah Indonesia yang antara lain adalah:

1. Putuskan hubungan diplomatik dengan      Prancis
2. Usir Duta Besar Prancis dari Indonesia
3. Hentikan impor produk barang dari Prancis
4. Diimbau kepada umat Islam untuk berhenti mengkonsumsi produk Prancis
5. Diimbau kepada Umat Islam untuk tidak mengunjungi retail-retail, swalayan, dan lain-lainnya yang pemegang sahamnya/pemiliknya dari Prancis.

Demikian antara lain isi kesimpulan rapat termasuk juga diputuskan pelaksanaan demonstrasi besar-besaran (long march) akan berlangsung Jumat (6/11/2020) dengan titik kumpul/awal star demonstrasi di Masjid Al Markaz Makassar setelah pelaksanaan Salat Jumat.

“Aksi itu juga bersifat terbuka kepada para sahabat muslim yang berkenang ikut dalam gerakan tersebut. Silakan,” ujar Djusman. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top