search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Tim Indah-Suaib Tegaskan Tak Terpengaruh Kampanye Negatif

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 04 November 2020 19:00
Indah Putri Indriani. foto: istimewa
Indah Putri Indriani. foto: istimewa

PLUZ.ID, LUTRA – Juru Bicara Indah Putri Indriani-Suaib Mansur, Hikmawan Pasalo, mengungkapkan, saat ini kandidatnya masif blusukan melakukan sosialisasi. Sehari, baik Indah maupun Suaib bisa menghadiri tujuh agenda tatap muka.

“Setiap harinya Pasangan Calon (Paslon) BISA (akronim Indah-Suaib) menghadiri silaturahmi dengan jumlah rata-rata tujuh pertemuan masyarakat per hari. Bisa dikalkulasi jumlah pertemuannya sejak tanggal 26 September sampai dengan 39 hari masa kampanye hari ini, 3 November 2020, saat kami kroscek data kunjungan di sekretariat tim pemenangan, tercatat 332 titik pertemuan masyarakat sampai dengan hari ini dan jumlah tersebut akan terus bertambah sampai dengan berakhirnya 71 hari masa kampanye,” jelas Hikmawan, Rabu (4/11/2020).

Penerapan gerakan pasangan calon BISA yang secara sistematis dan masif tersebut di lapangan menurut Hikmawan, hanya dapat dibendung dengan kecurangan, kampanye negatif, maupun silent black campaign dengan metode dan pendekatannya yang beragam.

“Kami tidak heran dengan metode dan pendekatan yang dilakukan pihak di luar paslon BISA, menggunakan negative campaign maupun silent black campaign dalam hal upaya untuk mendegradasi pasangan calon lain,” ujarnya.

Namun, kata Hikmawan, metode negatif seperti itu tidak berarti apa-apa bagi pihaknya. Sebab menurut dia, metode tersebut tidak disenangi masyarakat.

“Maka dari itu kita jalan terus, bergerak terus, hadir di tengah-tengah masyarakat sampai dengan diraihnya kemenangan rakyat bersama paslon BISA nomor urut 2 pada tanggal 9 Desember 2020,” katanya.

Hikmawan menjelaskan, dalam setiap pertemuan bersama masyarakat, yang disampaikan Indah-Suaib ialah visi, misi, dan program. Tidak pernah menyerang kandidat lain dengan narasi kampanye negatif.

“Demikianlah paslon BISA menjalankan politik yang berkeadaban, politik santun yang mengedukasi dan mengajak komponen masyarakat untuk bersama-sama bersinergi dan berkolaborasi dalam pembangunan daerah Kabupaten Luwu Utara,” jelasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top