Saharuddin Reses Keliling Desa di Enrekang
PLUZ.ID, MAKASSAR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulsel, Ir H Saharuddin ST MM, keliling melaksanakan reses di Kabupaten Enrekang. Reses yang dimulai sejak 30 Oktober hingga 2 November 2020 ini, dilaksanakan di empat titik, yaitu di Desa Cemba, Desa Rossoan, Kelurahan Tuara, dan Desa Temban.
Saharuddin menyampaikan reses adalah bagian proses penjaringan aspirasi masyarakat untuk melihat kebutuhan-kebutuhan masyarakat kemudian hasil reses nantinya memboboti RKA dan RPJMD yang akan di dorong di paripurna istimewah anggota DPRD Provinsi Sulsel.
Pelaksanaan reses masa sidang I Tahun 2020/2021 tersebut tetap memperhatikan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19, yaitu mencuci tangan, memakai masker serta menjaga jarak.
Di setiap titik yang ditempati reses dihadiri unsur pemerintah setempat dan unsur TNI/Polri, pemerintah setempat memberikan apresiasi dan ucapan terimah kasih atas kehadiran Saharuddin reses di wilayahnya.
Masyarakat yang hadir di setiap titik begitu antusias dalam menyampaikan beberapa aspirasinya yang kebanyakan mengenai infrastruktur, pertanian dalam kaitan peningkatan ekonomi petani.
Seperti beberapa keluhan dari Desa Cemba, yaitu Tada dari Dusun Membura yang mengeluhkan tentang lahan persawahan yang cukup luas tetapi petani hanya bisa menanam sekali setahun karena hanya mengandalkan curah hujan kalau ada irigasi yang petani bisa tanam tiga kali dalam satu tahun.
Kemudian masyarakat di Desa Rossoan, seperti yang disampaikan kepala desa peningkatan insfrastruktur jalan penghubung ke Kotu masih sangat dibutuhkan serta beberapa keluhan terkait peningkatan jalan tani, embung, dan cultivator.
Lurah Tuara, Ashar, mewakili keluhan masyarakat Kelurahan Tuara mempersoalkan tentang hutan lindung butuh dibantu koordinasi ke provinsi terkait pemanfaatan hutan lindung untuk peningkatakan ekonomi masyarakat.
“Pengolahan hasil panen jagung ketika musim hujan susah untuk dijemur, dulu ada oven jagung di sini, tapi tidak digunakan lagi justru dijadikan gudang pupuk,” keluhnya.
Reses di titik terakhir, yaitu di Desa Temban menghasilkan beragam usulan, seperti yang disampaikan kepala desa terkait harga jagung yang selalu anjlok yang diakibatkan akses jalan menyampaikan kendala pertanian di daerahnya adalah irigasi untuk pengairan persawahan.
Ia juga menyorot tentang DAS sungai di sekitar londa yang perlu perhatian, karena sudah ada empat rumah dipindahkan. “Mohon perhatiannya Pak Dewan, karena ini akan berdampak terhadap pemukiman warga yang ada di sekitar bantaran sungai,” katanya.
Dari semua titik reses hal yang selalu dikeluhkan masyarakat terkait kelangkaan pupuk subsidi, masyarakat sangat berharap ini dijadikan prioritas utama untuk dicarikan solusinya.
Menanggapi hal ini, Saharuddin, Kamis (5/11/2020), menyampaikan dibutuhkan memang formulasi untuk merancang proses pertanian berkelanjutan demi meningkatkan ekonomi petani.
“Tentu semua usul saran masyarakat saya catat dan akan saya liat mana yang masuk kewenangan di komisi yang saya bidangi dan mana yang perlu saya koordinasikan ke komisi-komisi yang lain serta yang masuk kewenangan kabupaten juga akan saya sampaikan dan diskusikan ke Pak Bupati dalam kaitan sinergitas kabupaten dan provinsi dalam uapaya membantu masyarakat. Jadi Setiap hasil reses nantinya akan kami paripurnakan,” ujar Aji Saka, sapaan akrab Saharuddin.
Kegiatan reses ini berjalan dengan lancar ditengah pandemi dengan tetap mengedepankan protap pencegahan penyebaran Covid-19. Reses yang dilaksanakan menghasilkan banyak sumbangsih pemikiran dan usulan dari masyarakat yang akan jadi bahan untuk diperjuangkan di DPRD Provinsi Sulsel. (***)