Nico Sebut Bisa Loloskan Penerimaan Polri, Polda: Itu Penipuan
PLUZ.ID, MAKASSAR – Polda Sulsel menanggapi pernyataan calon petahana Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae yang menjual janji dapat meloloskan warga dalam penerimaan TNI/Polri saat melakukan kampanye dialogis di Tinoring, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, 8 Oktober 2020 lalu.
Sebelumnya, hal ini juga direspon penggiat anti korupsi. Janji kampanye Nico, sapaan akrab Nicodemus Biringkanae, kemudian viral, karena rekaman video berdurasi 1 menit 24 detik tersebut beredar luas di masyarakat melalui media sosial.
Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo, memastikan proses penerimaan Kepolisian tanpa dipungut biaya alias gratis dan harus mengikuti mekanisme sesuai aturan yang berlaku.
“Jadi kalau ada seperti itu, berjanji dan telah meloloskan warga dalam penerimaan Polri, maka itu penipuan,” tegas Ibrahim Tompo, Jumat (5/11/2020).
Ibrahim Tompo menjelaskan, Polri tidak pernah melakukan kerja sama kemitraan dengan instansi pemerintahan, baik provinis, kota dan kabupaten maupum pihak lainnya terkait penerimaan anggita Polri.
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar segera melaporkan jika ada orang atau oknum yang mengaku bisa meloloskan seseorang dalam penerimaan Polri. Jika ada laporan masyarakat, maka akan ada penyelidikan.
“Tidak ada kerja sama dengam Pemda (Pemerintah Daerah). Program, rekruitmen yang dilaksanakan Polda Sulsel menggunakan mekanisme standar yang dilaksanakan Mabes Polri yang bersifat obyektif, tidak subyektif,” jelasnya.
Sebelumnya, diberitakan calon Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae menjual janji meloloskan warga dalam penerimaan TNI/Polri saat melakukan kampanye dialogis di Tinoring, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, 8 Oktober 2010 lalu.
Janji kampanye itu, tersebar dalam rekaman video berdurasi 1 menit 24 detik. Dalam sambutnya, kandidat Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae menyebutkan, penerimaan TNI-Polri dibagi berdasarkan tiga kawasan prioritas, yakni pesisir, kota, dan pegunungan.
“Sejak kami hadir, sudah menghadirkan sebanyak 57 polisi. Itu dari dua kali penerimaan,” beber Nico, sapaan akrab Nicodemus Biringkanae.
Nico menambahkan, sementara, penerimaan TNI melalui seleksi Tamtama dari 68 kuota Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara yang tersedia, berhasil meloloskan 42 orang. Baik, TNI dan Polri yang diloloskan menggunakan APBD Tana Toraja.
“Dengan uang Rp157 juta bisa menghadirkan 27 orang polisi. Dengan menghadirkan Rp98 juta bisa menghadirkan Tamtama 42 orang,” jelasnya.
“Nah, yang kita dipake memfasilitasi itu adalah uang rakyat semua (APBD, Red), karena anak Toraja tidak mampu berkompetisi dengan ini (uang, Red), tetapi anak Toraja harus kita bantu,” tambah incumbent ini. (***)