Belajar dari Perhatian Kecil Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam

DUA hari awal menjabat Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs Merdisyam, penulis berkesempatan jumpa sebagai Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar berbagi cerita soal penanganan Covid-19 di Sulsel di Ruang Kerja Kapolda Sulsel sekitar dua jam berdiskusi.

Hal ini cukup bagi penulis mengambil kesimpulan Irjen Pol Drs H Merdisyam MSi, yang lahir di Jakarta, 4 Mei 1968 (52 tahun) adalah seorang perwira tinggi Polri yang ramah serta baik.

Menulis sosok Jenderal Merdisyam bukan karena jabatan saat ini, Kapolda Sulsel, namun memang apa yang dikakukan selama ini dari omongan banyak koleganya banyak memberikan energi positif berupa kebaikan.

Sosok jenderal yang menjabat 3 Agustus 2020 mengemban amanat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan hadir dengan ketenangan bisa bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel mengendalikan Covid-19.

Saat ulang tahun IDI ke-70 satu satunya Kapolda di Indonesia yang memberikan apresiasi kepada perjuangan dokter dalam video testimoni sebagai garda terdepan penanganan Covid-19

Perhatian tulus juga diperlihatkan suami dari Libriani Dwi Arsanti di dunia pendidikan dengan mensupport Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Islam Makassar (UIM) yang mengangkat jargon Covid-19.

Jenderal sombere ini, ingin menjadikan mahasiswa KKN sebagai Agent of Change untuk membantu pemerintah dalam menekan angka Covid-19 di Sulsel dengan hadir langsung memberikan pembekalan serta menerima Rektor UIM DR Ir Hj Majdah M Zain di rumah jabatannya sebagai perhatian tulus.

Terbukti perhatian ini, efektif mahasiswa KKN Tematik UIM ini, menjelma menjadi duta Covid-19 di seluruh daerah dengan membuat program inovatif, seperti membuat hand sanitizer, pembagian masker serta alat kampanye hidup sehat terhindar dari Covid-19

Selain dunia kesehatan jenderal bintang dua ini, juga memberi perhatian kepada ekonomi wong cilik, tanpa berpikir panjang hadir memberi dukungan grand opening MR Food Court, dimana 90 persen pemilik usaha adalah usah kecil menengah yang sedang berjuang di tengah resesi ekonomi akibat pandemik Covid-19.

Tentunya perhatian tulus ini besar sekali dampaknya terhadap dunia usaha bahwa pemimpin hadir di tengah rakyatnya bersama memajukan ekonomi dengan protokol kesehatan Covid-19 sebagai panglima tertinggi.

Penulis yakin bentuk perhatian mungkin kecil bagi lulusan Akpol 1991 ini, tapi bagi seluruh masyarakat yang mendapat sentuhan ini, seperti dokter, mahasiswa, pengusaha sangat besar efeknya dengan apresiasi dari Jenderal Merdisyam melebihi dari materi.

Semua pelajaran itu berasal dari hatinya. Menunjukkan perhatian yang besar pada orang lain meski menurutnya apa yang dilakukan berupa sentuhan kecil.

Jarang orang yang bisa melakukannya, hanya sebagian yang mampu melaksanakannya, karena ada dorongan dari dalam hati ‘do by your heart’. Jika dilakukan dengan hati, maka akan sampai ke hati. Itulah sosok Jenderal Merdisyam selama ini kepada semua orang.

Semoga saya dan kita semua dapat mencontoh dan melaksanakannya secara konsisten apa yang dilakukan Irjen Pol Drs Merdisyam MSi kepada siapa saja, yaah perhatian kecil, namun berdampak besar. (***)

dr Wachyudi Muchsin SH
Kabag Humas & Kerja Sama UIM

Berita Terkait
Baca Juga