Tikor BPNT Jeneponto Gerakkan Pelaku Ekonomi Lokal
PLUZ.ID, JENEPONTO – Tim Koordinasi (Tikor) Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tingkat Kabupaten Jeneponto terus melakukan terobosan.
Hal ini agar suplayer tidak hanya menyediakan dan menyalurkan komoditi kepada ke agen-agen atau E-warong (Elektronik Warung Gotong Royong) sebagai tempat membelian yang dilakukan Keluarga Penerima Manfaat (KPM), tetapi mampu berperan dalam memberdayakan serta menggerakkan ekonomi lokal.
Yaitu dengan mengganti komoditi yang biasa disediakan, yaitu telur, dan ikan (ikan kaleng) menjadi sayur mayur (sayuran) dan ikan bandeng segar untuk melengkapi komoditi utama beras.
Ketua Tim Koordinasi BPNT Kabupaten Jeneponto, DR dr HM Syafruddin Nurdin MKes, mengatakan, perubahan tersebut sebagai upaya untuk menggerakkan ekonomi lokal masyarakat. Apalagi, saat ini di tengah pandemi Covid-19, roda perekonomian di daerah sangat terdampak.
“Kita sadar kondisi saat ini sangat sulit. Termasuk dirasakan masyarakat di tingkat bawah. Dengan cara seperti ini, tentunya bertujuan agar ekonomi di tingkat bawah terus bergerak di tengah pandemi Covid-19,” katanya.
Syafruddin menjelaskan, dari perubahan komoditi tersebut, suplayer penyedia barang mengambil bahan sayuran dari wilayah Jeneponto.
“Sayuran segar diambil dari masyarakat langsung melalui Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Dengan menggunakan hasil panen petani lokal tentunya kita berharap akan memberdayakan dan membantu pemasaran mereka,” jelasnya.
Syafruddin yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jeneponto mengakui, untuk mempacking sayur-sayuran, suplayer juga menyerap tenaga kerja warga sekitar yang juga berdampak kepada penghasilan tambahan mereka.
Syafruddin mengatakan, mengalami perubahan item komoditi ini, dilakukan berdasarkan hasil rapat koordinasi tingkat Kabupaten Jeneponto bersama dengan unsur tim koordinasi dan pendamping beserta suplayer.
Sementara, Pendamping BPNT, Kecamatan Binamu, Rahmat Jaya, mengungkapkan, KPM senang dengan komoditas yang diberikan pada November ini. Seperti pada penyaluran terakhir, Sabtu (21/11/2020). “Alhamdulillah, KPM merasa lebih mendapatkan makanan yang sehat, karena terdapat sayur mayur dan ikan segar di dalamnya. Adapun jumlah penerima BPNT di Kecamatan Binamu 5.563 KPM,” ujarnya, Senin (23/11/2020).
Sebelumnya, pada hasil rapat koordinasi BPNT tingkat Kabupaten Jeneponto, KPM diberikan bantuan sembako berupa ikan bandeng segar tiga ekor, telur 15 butir dan beras premium 10 Kilogram (Kg).
Selain itu, KPM di Jeneponto juga diberikan sayur-sayuran berupa kentang, wortel, labu siam, dan tomat.
“Sebelumnya, kami dibagikan ikan kaleng sama telur dan beras, sekarang ikan kaleng sudah tidak ada, saya juga dikasi sayur-sayuran dan ikan bandeng tiga ekor. Kami senang dan beranggapan komoditi yang baru lebih sehat, karena mendapatkan beras, telur, ikan segar, dan sayur mayur,” ujar Santi, salah satu KPM di Desa Sapanang, Kecamatan Binamu, Jeneponto.
Diketahui, sebelumnya KPM di Jeneponto mendapat Bantuan Sosial Pangan (BSP) berupa beras 10 Kg, telur, dan ikan kaleng.
Setelah terjadi perubahan, KPM diberikan berupa ikan bandeng segar tiga ekor, beras premium 10 Kg, dan telur 15 butir. Termasuk juga sayur-sayuran berupa wortel, tomat, labu siam, dan kentang. (***)