Heboh Pajero DD 100 DD Digerebek Panwas di Maros

PLUZ.ID, MAROS – Ada video heboh di Maros, Senin (7/12/2020), dua hari sebelum waktu pencoblosan pilkada. Berisi tayangan sebuah mobil Pajero Sport DD 100 DD beserta pengemudi dan beberapa orang diamankan sekelompok warga. Mereka diminta menjelaskan soal amplop berisi uang serta beberapa barang lainnya.

Kabarnya, mobil tersebut adalah kendaraan operasional salah satu Pasangan Calon (Paslon) di Pilkada Maros 2020.

Belakangan diketahui, orang yang ‘menggerebek’ mobil tersebut adalah Panitia Pengawas Pemilu (Panwas) Kecamatan Cenrana beserta beberapa warga.

DIAMANKAN. Amplop-amplop berisi uang diamankan Panwascam Cenrana dari mobil operasional tim salah satu paslon Pilkada Maros. foto: istimewa

Panwas dan warga menyuruh pengemudi membuka kabin mobil. Kemudian tampak ada banyak amplop dan beberapa di antaranya berisi uang pecahan Rp50 ribu. Lokasi kejadiannya di Dusun Parrang, Desa Baji Pamai, Kecamatan Cenrana.

Salah seorang tokoh masyarakat Camba-Cenrana, Muhamamad Arsyad termasuk yang meminta pengendara Pajero yang diketahui bernama Chaerul Syahab dan Denny Santoso itu untuk memperlihatkan semua isi amplop.

“Masyarakat sudah mengamankan dan mengadukan di kantor Panwascam Cenrana serta aparat kepolisian. Ada barang bukti amplop dan sembako,” ucap Arsyad yang mantan anggota DPRD Maros itu.

Panwas dan warga menduga mobil tersebut membawa amplop untuk keperluan money politic jelang hari pencoblosan. Sedangkan pengemudi mengaku bahwa itu uang untuk operasional timnya di tingkat kecamatan hingga desa.

“Ini operasional tim semua, Pak,” jelas Chaerul, dikutip dari tayangan video itu.

Ketua Bawaslu Maros, Sufirman, kepada media menuturkan, laporan dugaan aksi money politic sudah dia terima. Langsung ditindaklanjuti.

Pajero DD 100 DD sempat menjadi objek pemberitaan sebab mobil itu milik Hatta Rahman, bupati Maros saat ini. Beberapa waktu lalu Hatta meminjamkan mobil yang diakuinya sebagai mobil keberuntungannya tersebut kepada Chaidir Syam, calon bupati nomor urut 2.

Melihat mobil itu, mampir di beberapa rumah dan penumpangnya mondar-mandir wilayah desa, warga menghubungi Panwas untuk sama-sama melakukan penggeledehan.

Kubu Chaidir Syam-Suhartina Bohari sudah membuat pernyataan pers bahwa timnya tidak melakukan money politic. Melainkan membawa dana operasional untuk tim kecamatan, desa/kelurahan, hingga saksi Tempat Pemungutan Suara (TPS). (***)

Berita Terkait
Baca Juga