search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

KONI Sulsel Target Masuk 10 Besar PON Papua 2021

doelbeckz - Pluz.id Senin, 14 Desember 2020 11:00
PELATIHAN. Ketua KONI Provinsi Sulsel, Ellong Tjandra (tengah), di sela-sela pembukaan pelatihan peningkatan kapasitas pelatih, asisten pelatih, dan mekanik cabang olahraga se-Sulsel di salah satu hotel di Kota Makassar, Senin (14/12/2020). foto: istimewa
PELATIHAN. Ketua KONI Provinsi Sulsel, Ellong Tjandra (tengah), di sela-sela pembukaan pelatihan peningkatan kapasitas pelatih, asisten pelatih, dan mekanik cabang olahraga se-Sulsel di salah satu hotel di Kota Makassar, Senin (14/12/2020). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulsel menargetkan mampu tembus 10 besar pada pelaksanaan even Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021.

Ketua KONI Provinsi Sulsel, Ellong Tjandra, di sela-sela pembukaan pelatihan peningkatan kapasitas pelatih, asisten pelatih, dan mekanik cabang olahraga se-Sulsel di salah satu hotel di Kota Makassar, Senin (14/12/2020), mengatakan, bukan hal mustahil pada PON 2021 yang akan berlangsung di sejumlah kota di Papua nanti, Sulsel bisa meraih ranking 10.

“Kita (Sulsel) pernah ranking 7, ranking 6 bahkan ranking 4 menggeser posisi Provinsi Jawa Barat pada 1984 lalu dan saat itu saya adalah pelaku yang menjadi saksi Sulsel meraih ranking 4,” katanya.

Ellong Tjandra menjelaskan, target Sulsel untuk meraih rangking 10 itu, sebagai bentuk komitmen KONI Sulsel atas harapan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, agar Sulsel meningkatkan prestasinya pada perhelatan PON Papua 2021 mendatang yang berbeda dari PON sebelumnya.

Dimana pada PON 19 Jawa Barat 2016 lalu, Sulsel meraih posisi ranking 12, pada PON ke-18 di Riau 2012 Sulsel meraih rangkin 7, sementara pada PON ke-17 di Kaltim 2008 Sulsel meraih ranking 6 dan pada PON ke-16 di Palembang 2004 Sulsel meraih ranking 10.

Di hadapan pelatih, asisten pelatih, dan mekanik Ellong menitipkan harapan untuk meraih ranking 10 ini, dengan perjuangan yang maksimal.

Mantan Direktur Utana Bank Sulselbar ini, mengatakan, pada PON Papua, arenanya akan berbeda dengan PON sebelumnya. Atlet Sulsel tak hanya berhadapan dengan sesama atlet dari daerah lain, namun juga akan melawan penyakit malarian, virus Covid-19, dan kelompok bersenjata yang bisa mengancam nyawa atlet itu sendiri.

“Ini PON prestasi, tapi ngeri-ngeri sedap, jika melihat kondisi terkini Papua yang agak mengkhawatirkan. Tapi saya optimistis dengan jaminan keamanan dari Pemerintah Provinsi Papua dan aparat TNI-Polri yang akan mengawal jalannya PON tanpa gangguan,” katanya.

Sementara, pelatihan peningkatan kapasitas ini, dikhususkan bagi pelatih, asisten pelatihan dan mekanik yang terdaftar dan terlibat dalam PON XX Papua yang terdiri dari 47 pelatih, 7 asisten pelatih, dan 9 orang mekanik. Kegiatan yang dihelat di tengah-tengah wabah Covid-19 yang masih mengancam ini, tetap mengedepankan protokol kesehatan dengan pengukuran suhu tubuh, memakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan.

Dalam pelatihan ini KONI Sulsel tak hanya menghadirkan narasumber dari Bimbingan dan Prestasi KONI Sulsel, yakni Prof DR Andi Ihsan MKes dan Syamsuddin Umar, serta dua narasumber utama dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, yaitu Robby Sudrajat dan Luky Affari yang merupakan narasumber latihan berat baik secara teori maupun praktek. Pelatihan peningkatan kapasitas ini sendiri akan berlangsung selama dua hari dan berakhir, besok, Selasa (15/12/2020). (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top