Etika dan Model Bisnis Modern Luluskan Teguh Esa LK II Nasional HMI
PLUZ.ID, ENREKANG – Teguh Esa Bangsawan DJ, salah satu peserta yang dinyatakan lulus LK II Nasional HMI yang digelar HMI Cabang Enrekang.
Lulusnya Teguh Esa mendapat banyak komentar dalam di media sosial, seperti grup WhatsApp dan Facebook tertentu. Tak sedikit netizen berkata, buah kelapa tak jauh jatuh dari pohonnya. Komentar itu dikaitkan dengan sosok Teguh yang tak lain adalah putra Djusman AR, tokoh penggiat anti korupsi di Sulsel.
Kini jiwa aktivis Djusman bergenetika turun ke putra sulungnya bernama Teguh, mahasiswa semester V Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Fakultas Adab & Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.
Putranya tak hanya aktif di pementasan seni akting (teater dan film), juga aktif di organisasi kemahasiswaan dan HMI.
Baru-baru ini, 12 Desember 2020 Teguh dari utusan Cabang HMI Gowa Raya diyatakan lulus sebagai peserta Intermediate Training (LK II) Nasional yang diselenggarakan HMI Cabang Enrekang.
Nama Teguh terlihat dalam surat keputusan nomor 02/KPTS/A/SC LK-II/04/1442 H. Ia diyatakan lulus setelah melewati tahapan seleksi berkas dan penulisan makalah/jurnal.
Dalam makalahnya, Teguh mengangkat judul ‘Penerapan Etika dan Model Bisnis Modern Menuju Kebangkitan Ekonomi Ummat’.
Saat ini Teguh bersama 34 peserta lainnya dari lintas cabang se-Indonesia sedang memasuki masa pengkaderan (masuk forum) yang sesuai jadwal berakhir 23 Desember, namun karena adanya penambahan materi, maka bertambah tiga hari hingga 27 Desember 2020.
Dalam intermediate tersebut terlihat nama-nama pemateri yang tak asing lagi di publik, baik tokoh lokal maupun nasional, diantaranya Bupati Enrekang, Akbar Tanjung, Ketua Badko HMI Sulselbar, dan lain-lain.
Teguh panggilan akrabnya yang dikonfirmasi melalui selulernya menjelang rehat dari forum dengan ramah dan santun membenarkan intormasi tersebut.
“Iye Kanda, saya sedang mengikuti LK II di Enrekang. Mohon doa dan supportnya Kakanda,” ucapnya, Sabtu (26/12/2020).
Teguh dikenal menganut motto belajar, berjuang, mengabdi. Terlepas dari arahan ayahnya tampak memang jiwa organizatorisnya terlihat semenjak SMP dan SMA.
Menurut teman-teman sekolahnya ia aktif di PMR dan OSIS dan bahkan masih SMA sudah aktif mengikuti lomba-lomba kesenian, pementasan, dan lain-lainnya. Jadi memang sudah terbiasa tampil dipanggung. Memang hebat mentalnya. Semangatnya selalu gigih dan ceriah. (***)