Bachder Djohan Raih Top Leader on Digital Implementation 2020
PLUZ.ID, MAKASSAR – Bachder Djohan Buddin meraih Top Leader on Digital Implementation 2020 dan PT Sucofindo (Persero) menerima penghargaan Top Digital Implementation 2020 on Assessment Service Sector #Level Star 4 di ajang Top Digit Awards 2020.
Penghargaan yang dihelat di Hotel Raffles, Jakarta ini, diberikan M Luthfi Handayani selaku Chief Organizer and Chief Editor It Works sekaligus Ketua Penyelenggara Top Digital Awards 2019.
Penghargaan diterima langsung Bachder Djohan Buddin selaku Direktur Utama PT Sucofindo (Persero) dan Budi Hartanto Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Sucofindo (Persero).
Acara dibuka Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, dengan menyampaikan keynote speech yang disampaikan secara virtual melalui virtual converence (Zoom video meeting).
Jhonny yang mewakili Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menyambut baik kegiatan ini, dan mengucapkan selamat kepada para peraih penghargaan di ajang ‘Top Digital Awards 2020’ ini.
Menurutnya, di tahun 2021 penggunaan sistem informasi dan nilai bisnisnya juga akan meningkat tentu dibutuhkan sinergi dan langkah tepat pada sektor Teknologi Informasi. Institusi juga harus mempersiapkan teknologi digital untuk membantu penanganan Covid- 19.
Chief Organizer and Chief Editor It Works sekaligus Ketua Penyelenggara Top Digital Awards 2019, M Luthfi Handayani, dalam sambutannya mengatakan, menyikapi upaya cegah Covid-19 yang melanda dunia saat ini, maka tema yang diusung tahun ini, ‘Top Digital Innovation & Implementation in New Normal’ melalui acara ini, diharapkan dapat mendorong dan meningkatkan pemanfaatan solusi digital untuk menghadapi era kebiasaan baru dalam upaya cegah Covid-19.
Top Digital Awards 2020 yang dihelat majalah It Works bertujuan untuk memberikan apresiasi bagi perusahaan-perusahaan yang berhasil mengimplementasikan dan memanfaatkan solusi teknologi digital, serta memberikan manfaat terhadap peningkatan daya saing, kinerja bisnis, layanan publik dan mendukung pemulihan perekonomian nasional dalam masa pandemi ini.
Luthfi berharap dengan ajang ini dapat memacu semangat dan memotivasi seluruh perusahaan untuk terus meningkatkan dalam implementasi teknologi digital.
“Semoga dengan keberhasilan yang diraih pada ajang ini dapat memberikan semangat dan motivasi kepada seluruh perusahaan dalam melakukan implementasi dan pemanfaatan dari solusi teknologi digital,” harapnya dikutip melalui siaran pers di situs Sucofindo, Minggu (27/12/2020).
Berdasarkan rekomendasi dari para pakar, konsultan dan asosiasi TI Telco menetapkan 200 kandidat pemenang dari 800 perusahaan yang dinilai. Kemudian para finalis mengisi kuesioner tentang keberhasilan implementasi dan pemanfaatan teknologi digital.
Sebanyak 160 finalis yang mengikuti tahapan penilaian secara lengkap, termasuk mengikuti wawancara penjurian. Metode penilaian Top Digital Awards 2020 menggunakan 3 metode, yakni melalui kuesioner & wawancara penjurian, rekomendasi user atau masyarakat, serta melalui market research. Tahun ini mengusung tema ‘Top Digital Innovation & Implementation in New Normal’.
Artinya, dengan terus melakukan inovasi dan transformasi digital, diharapkan bisa menjadi solusi sekaligus peningkatan daya saing (competitiveness) di era adaptasi kenormalan baru ini (the new normal era).
Direktur Utama PT Sucofindo (Persero), Bachder Djohan Buddin, menyampaikan, menghadapi era Industry 4.0, Sucofindo memiliki program menuju Digital TIC Company dan telah melaksanakan transformasi digital sejak dua tahun lalu. Tahun ini telah banyak manfaat yang dirasakan, selain terdapat efisiensi biaya, juga transformasi yang dilakukan sangat bermaanfaat pada saat menerapkan kebiasaan baru untuk cegah Covid-19, baik proses bisnis secara internal, maupun untuk pelayanan pelanggan.
“Dengan diraihnya penghargaan ini tentu akan mendorong kami untuk terus berupaya dan berinovasi dalam mengembangkan keunggulan di sektor teknologi digital,” kata Bachder selepas acara penganugerahaan.
“Upaya yang telah dilaksanakan Sucofindo diantaranya adalah melakukan peremajaan infrastruktur, meningkatkan kapabilitas SDM (Sumber Daya Manusia) dengan mengikuti berbagai pelatihan, melakukan perubahan proses binis perusahaan serta implementasi inovasi dengan peluncuran proses bisnis baru dan beragam aplikasi guna menunjang kegiatan operasional perusahaan,” lanjut Bachder.
Ragam aplikasi telah diluncurkan baik untuk kegiatan operasional maupun kegiatan pendukung. Aplikasi untuk kegiatan operasional antara lain pengelolaan pelanggan (CRM), digital reporting untuk kegiatan inspeksi dan integrasi sistem informasi laboratorium yang tersebar kurang lebih di 57 lokasi.
Aplikasi untuk kegiatan pendukung antara lain aplikasi kehadiran, employee self service untuk memudahkan pegawai melakukan proses administrasi kepegawaian secara mandiri, talent management system, e-procurement serta e-office untuk persuratan dan pengelolaan dokumen digital.
Kedepannya, tantangan yang dimiliki perusahaan akan semakin besar mengingat perubahan teknologi yang sangat cepat juga harus didukung dengan kesiapan dari seluruh sumber daya yang dimiliki.
Selain itu, Sucofindo memperkenalkan penggunaan teknologi informasi dalam melakukan layanan jasa inspeksi, pengujian, dan sertifikasi.
Untuk jasa pengujian, maraknya penggunaan perangkat digital juga membuka peluang bagi Sucofindo untuk mengembangkan Laboratorium Pengujian untuk sektor Telekomunikasi dan Informasi, yang diawali dengan Laboratorium pengujian Radio Frekuensi (RF) untuk produk Handphone, Komputer Genggam dan Tablet (HKT).
Sucofindo sebagai lembaga pengujian dan sertifikasi perangkat HKT di Indonesia mampu menunjukkan performa prima dalam melindungi konsumen sekaligus membantu daya saing Perusahaan HKT di Indonesia. Laboratorium RF dan Telko milik Sucofindo melayani pengujian produk perangkat Handphone, Komputer, Tablet (HKT) yang terhubung dengan WLAN, 4G LTE, pengujian Bluetooth, dan perangkat untuk GSM dan WiFi.
Sucofindo juga telah memanfaatkan teknologi Artificial Inteligent untuk melakukan pemetaan wilayah yang membantu proses pemanenan dalam sektor agroindustri, demgan memadukan dengan data dan teknologi AI, sehingga membantu pengambil keputusan untuk melakukan panen raya secara optimal.
Selain itu, Sucofindo mendukung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam menerapkan Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Secara Terus Menerus dan Dalam Jaringan (Sparing). Sparing adalah sistem pemantauan secara otomatik, terus menerus dan dalam jaringan, dipergunakan untuk memantau, mencatat dan melaporkan kegiatan pengukuran kadar suatu parameter dan/atau debit pembuangan air limbah ke media air, dengan menggunakan teknologi informasi sehingga terdapat informasi terkini terkait kualitas limbah.
Di dalam masa pandemi ini, Sucofindo juga telah melakukan perubahan proses bisnisnya, dimana proses layanan pelanggan dapat dilakukan secara remote, yaitu melakukan audit secara remote dan menggunakan teknologi digital untuk proses administrasi. (***)