search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

WALHI Beri Kartu Kuning kepada Gubernur Sulsel

Perampasan Ruang dan Krisis Lingkungan Hidup
doelbeckz - Pluz.id Rabu, 30 Desember 2020 21:00
PUBLIKASI. Direktur Eksekutif WALHI Sulsel, Muhammad Al Amin (kedua kanan), bersama tim Catahu 2020 mempublikasi catatan akhir tahun di Kantor WALHI Sulsel, Rabu.(30/12/2020). foto: istimewa
PUBLIKASI. Direktur Eksekutif WALHI Sulsel, Muhammad Al Amin (kedua kanan), bersama tim Catahu 2020 mempublikasi catatan akhir tahun di Kantor WALHI Sulsel, Rabu.(30/12/2020). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulsel memberikan kartu kuning kepada Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

Aksi tersebut dilakukan saat WALHI Sulsel mempublikasi Catatan Akhir Tahun (Catahu) terkait kondisi lingkungan hidup di Sulsel pada masa pandemi Covid-19.

Ketua Tim Catahu 2020, Slamet Riadi, di Kantor WALHI Sulsel, Rabu (30/12/2020), menguraikan kerugian materil yang dialami rakyat Sulsel selama pandemi Covid-19. Hasilnya pun fantastis.

Slamat menyampaikan, kerugian masyarakat Sulsel yang terdampak perampasan ruang, kerusakan lingkungan mencapai Rp8,2 triliun.

“Kerugian yang harus dipikul rakyat Sulsel di tahun ini di masa pandemi, yakni berkisar Rp8,24 triliun dengan rincian kasus perampasan ruang senilai Rp165,7 miliar, pengrusakan lingkungan mencapai angka Rp36,6 miliar, dan bencana ekologis sekitar Rp8,03 triliun,” bebernya.

Slamet menjelaskan, nilai kerugian warga tahun ini mencapai empat kali lipat dari total kerugian yang dialami rakyat Sulsel 2019, yakni senilai Rp2,3 triliun.

“Ini artinya, rekomendasi perbaikan lingkungan yang kami sampaikan di tahun 2019 kepada Gubernur Sulsel melalui catatan akhir tahun diabaikan dan akhirnya rakyatlah yang harus menanggung semuanya,” jelas Slamet.

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top