IGI Fokus Meluluskan Guru dalam Seleksi PPPK
PLUZ.ID, MAKASSAR – Skema rekrutmen tenaga guru tahun ini (2021) mengalami perubahan. Tidak lagi melalui seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), tapi dialihkan lewat jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Hal ini mendapatkan perhatian dari Ikatan Guru Indonesia (IGI). Ketua Umum IGI, Muhammad Ramli Rahim, Minggu (3/1/2021), mengatakan, kebijakan pemerintah bisa berubah kapan saja tergantung siapa pejabatnya, maka pihaknya akan fokus meluluskan guru-guru terutama anggota IGI dalam seleksi PPPK.
“Daripada kita ribut, kita fokus mensyukuri kuota 1 juta ini, dengan fokus meluluskan guru-guru terutama anggota IGI dalam seleksi PPPK,” ujarnya.
Ramli menjelaskan, jika ingin membuat pendidikan dan guru lebih baik, maka inilah kesempatannya. “Kita fokus bantu dan dampingi siapapun yang memenuhi syarat administrasi untuk mempersiapkan diri agar bisa lulus PPPK,” jelasnya.
“Tak perlu kita ribut soal CPNS, jangan sampai kambing berkualitas di depan mata lepas, karena bermimpi dapat onta gemuk. Dan ingat, kebijakan pemerintah itu tak ada yang permanen, berganti pejabat berganti kebijakan, karena itu mari kita fokus membantu guru agar mereka bisa lulus PPPK,” tambahnya.
Ramli mengungkapkan, IGI sudah lama berjuang agar status guru diperjelas, pendapatan guru diperjelas, kualitas guru diperjelas, dan jangan lagi ada guru yang dihina dan dipermalukan dengan honor hanya Rp250.000 per bulan.
“Kembalikan IGI dengan workshop, diklat, dan bimbingan khusus agar kita semua bisa memastikan mereka semua anggota IGI seluruh Indonesia lulus PPPK,” terangnya.
“Tak perlu menghabiskan energi membahas soal asesmen, karena sebaik-baik asesmen adalah asesmen yang terjadi secara alami agar pemerintah mendapatkan gambaran seutuhnya dunia pendidikan kita, bukan data palsu hasil bimbingan instan di sekolah. Jika nanti sudah ada hasilnya, barulah kita minta pemerintah melakukan tindakan nyata pada daerah-daerah atau sekolah yang nilai asesmen rendah dan mereka yang sudah tinggi nilai asesmennya tak perlu diurusi lagi, karena mereka sudah baik,” lanjut MRP, sapaan akrab Muhammad Ramli Rahim. (***)