search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Percepatan Kereta Api, Sekda Sulsel: Kurangi Diskusi Perbanyak Eksekusi

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 06 Januari 2021 21:00
RAKOR. Sekda Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, menghadiri rakor tentang Percepatan Pembangunan Kereta Api Makassar-Parepare yang dipimpin langsung Plt Deputi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Ayodhia G L Kalake, secara virtual Zoom meeting, Rabu (6/1/2021). foto: istimewa
RAKOR. Sekda Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, menghadiri rakor tentang Percepatan Pembangunan Kereta Api Makassar-Parepare yang dipimpin langsung Plt Deputi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Ayodhia G L Kalake, secara virtual Zoom meeting, Rabu (6/1/2021). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) tentang Percepatan Pembangunan Kereta Api Makassar-Parepare. Rakor ini dipimpin langsung Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Ayodhia G L Kalake.

Rapat yang dilakukan secara virtual Zoom meeting ini, dihadiri beberapa pejabat yang terkait. Dalam kesempatan tersebut, Abdul Hayat Gani menyampaikan, mengawali tahun 2021 ini, memang butuh semangat baru, ide baru, gagasan baru, dan inovasi yang baru pula untuk melakukan hal-hal yang strategis.

“Kita menganggap Makassar-Parepare itu merupakan suatu hal yang strategis,” kata Abdul Hayat saat memberikan keterangannya di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (6/1/2021).

Abdul Hayat menjelaskan, mengenai masalah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), tentu terintegrasi. “Jika kita menganggap bahwa ini adalah suatu hal terintegratif yang kuat, semestinya waktu di Oktober 2020 lalu, tidak terhenti,” terangnya.

Abdul Hayat menuturkan, Pemprov Sulsel memang dalam supporting sistem untuk daerah, karena yang mengenali daerah itu, pemerintah kabupaten/kota. Tapi, kalau kabupaten kota ini akselerasinya lambat, maka akan mempengaruhi akselerasi di provinsi.

Untuk itu, Abdul Hayat mengajak seluruh stakeholder yang terkait untuk melakukan percepatan. Bahkan, saat dirinya mengikuti rapat di Kejati, Gubernur meminta agar ini bisa diselesaikan selama dua bulan. Hal ini bisa dilakukan, kalau instrumen-instrumen penting ini, melakukan proses-proses yang tajam.

“Saya berharap akselerasi ini tidak berhenti. Mudah-mudahan dengan suasana hari ini, awal tahun 2021 ini, proses-proses itu kita tetap pastikan,” harapnya.

Abdul Hayat menambahkan, setelah diskusi selesai, eksekusi juga bisa dilakukan. “Kurangi diskusi, perbanyak eksekusi,” pesannya.

Sekedar diketahui, rakor ini juga dihadiri Kakanwil BPN Sulsel Bambang Priono dan Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Arafah. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top