search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Gubernur Sulsel Panen Cabai di Wajo

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 10 Januari 2021 23:00
PANEN. Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah didampingi Bupati Wajo Amran Mahmud, melakukan panen cabai di Desa Lowa, Kecamatan Tana Sitolo, Minggu (10/1/2021). foto: humas pemprov sulsel
PANEN. Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah didampingi Bupati Wajo Amran Mahmud, melakukan panen cabai di Desa Lowa, Kecamatan Tana Sitolo, Minggu (10/1/2021). foto: humas pemprov sulsel

PLUZ.ID, WAJO – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah didampingi Bupati Wajo Amran Mahmud, usai rapat sinergi program 2021 di Ruang Pola Kantor Bupati, menuju ke lokasi panen di Desa Lowa, Kecamatan Tana Sitolo, Minggu (10/1/2021).

Di desa ini, dilakukan panen cabai di lahan seluas 200 Hektare (Ha) yang dikelola sembilan kelompok tani. Hasil panen disuplai ke Pulau Jawa dan juga Kalimantan.

Nurdin mengatakan, sektor pertanian justru dapat bertahan di masa pandemi Covid-19 ini. Sehingga tetap dan perlu menjadi perhatian. Hampir setahun dilanda pandemi, terutama di kota-kota besar. Dampaknya, bukan hanya kesehatan, tetapi perekonomian ikut porak-poranda. Sekian banyak orang yang harus dirumahkan.

“Yang harus kita dorong ini adalah daerah. Desa-desa yang produktif, contoh hari ini kita bisa lihat bahwa di masa pandemi pun, masyarakat Desa Lowa masih bisa mensuplai cabai ke berbagai daerah, termasuk ke Jakarta dan Kalimantan,” katanya.

Nurdin menjelaskan, pertanian diharapkan bisa memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Oleh karena itu, tugas pemerintah hari ini supaya pemasaran hasil-hasil pertanian mereka bisa dengan mudah dibawa ke pasar,” ujarnya.

Setelah panen raya, Nurdin bersama Amran Mahmud kemudian menggunakan motor trail menempuh 6 Km meninjau jalan rusak dan jembatan gantung.

“Maka jalannya harus betul-betul kita perbaiki. Tadi saya pakai motor. Karena mobil tidak bisa, ini 6 Km panjangnya. Ditambah ada jembatan gantung. Nah, saya berharap tahun ini kita akan sambungkan, tuntaskan. Kalau ini disambungkan, maka produk masyarakat akan dengan mudah dibawa ke pasar,” jelasnya.

Perbaikan jalan ini akan menghemat waktu dan jarak untuk penyaluran hasil bumi dan panen masyarakat.

“Selama ini, kalau mereka mau ke Belawa, dia harus mutar ke Sidrap. Kalau ini selesai, cuma enam kilometer kita tuntaskan, maka hanya 30 menit sudah akan sampai di kecamatan ke Kota Sengkang. Sebaliknya seperti itu,” jelasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top