search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Dokter di Makassar Kembali Gugur Sebagai Pahlawan Kemanusiaan Covid-19

doelbeckz - Pluz.id Senin, 11 Januari 2021 13:00
Ketua IDI Kota Makassar DR dr Siswanto Wahab SpKK (kanan) didampingi Humas IDI Kota Makassar dr Wachyudi Muchsin SH. foto: istimewa
Ketua IDI Kota Makassar DR dr Siswanto Wahab SpKK (kanan) didampingi Humas IDI Kota Makassar dr Wachyudi Muchsin SH. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar kembali berduka. Salah satu dokter terbaiknya gugur sebagai pahlwan kemanusiaan Covid-19, Senin (11/1/2021).

Kabar ini, disampaikan Ketua IDI Kota Makassar DR dr Siswanto Wahab SpKK didampingi Humas IDI Kota Makassar dr Wachyudi Muchsin SH.

“Inna Lillahi Waa Inna Ilaihi Rajiun, telah berpulang ke Rahmatullah senior dan rekan sejawat kami pahlawan kemanusiaan Covid-19 harus meninggalkan kita semua dr Hj Rahmatiah Anwar Mkes, Kepala Puskesmas Layang, Kota Makassar. Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa beliau, diterima amal beliau, dan menempatkan beliau di sisi-Nya. Amin YRA,” ujar Dokter Anto, sapaan Siswanto Wahab.

Sebelumnya, jelang akhir tahun 2020 ada tiga dokter di Makassar yang meninggal dunia dan awal Januari 2021 ini, sudah dua dokter yang gugur melawan Covid-19. Dengan demikian sejak pandemi Covid-19 ini, total sudah ada 11 dokter di Makassar yang gugur, berjuang di garda terdepan melawan Covid-19.

“Keluarga besar IDI Kota Makassar sangat berduka, sudah sebelas anggota IDI Makassar meninggal sebagai pahlawan kemanusiaan Covid-19,” katanya.

Dengan makin banyaknya, dokter yang gugur, kata Dokter Anto, harusnya makin menyadarkan masyarakat agar jangan menganggap remeh pandemi Covid-19 yang saat ini tingkat penyebarannya lebih massif akibat Klaster Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) dan Klaster Liburan akhir tahun dari awal penyebaran virus corona.

“Untuk itu, IDI Kota Makassar mengimbau agar tetap waspada serta disiplin protokol kesehatan 3 M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak), sebab Makassar masuk zona merah, sehingga kebijakan pelonggaran aktivitas bisnis, perkantoran, sosial, dan pendidikan perlu diketatkan kembali. Dengan mematuhi 3 M itu, upaya yang paling efektif dan efisien bisa kita lakukan dalam menekan laju Covid-19,” terangnya.

Apalagi, saat ini, tingkat penularan Covid-19 kembali melonjak dan jumlah pasien yang membutuhkan perawatan juga semakin banyak. Belum lagi adanya varian baru virus corona atau SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris lebih menular.

Dokter Anto mengatakan, penularan varian baru virus corona B117 ini, bisa mencapai 70 persen lebih berbahaya.

”Okupansi ruang isolasi di Makassar sudah di atas 85 persen dan ICU (unit perawatan intensif) di atas 80 persen. Daerah-daerah lain juga sama saja, pasien terus bertambah ‘penularannya tinggi’,” sebutnya.

Dokter Anto menjelaskan, tingginya penularan Covid-19 di Indonesia juga bisa dilihat dari data awal tahun kembali pecahkan rekor positivity rate capai 29,5 persen. Data harian positivity rate Indonesia ini sudah lima kali jauh lebih tinggi dari ambang maksimal yang disarankan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 5 persen.

Kasus aktif di Indonesia juga terus meningkat secara signifikan dampak dari klaster Pilkada 2020. Sejak September 2020 lalu, IDI Makassar sudah mengingatkan bahayanya, terbukti saat ini kenaikan melonjak tajam selama Desember 2020 dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.

Dimana sejak memasuki 2021, Sulawesi selatan hari demi hari terus cetak rekor diantara rekor yang tertular virus Covid-19. Sejak awal tahun hingga saat ini jika dirata-ratakan 500-an kasus yang terpapar Covid-19 setiap hari di Sulsel. Dimana Makassar sebagai pusat episentrumnya.

“Penularan Covid-19 dikhawatirkan bakal semakin meningkat pasca liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Oleh karena itu, IDI Kota Makassar mendukung pemerintah untuk pengetatan protokol kesehatan hingga kurva positif Covid-19 menurun,” terangnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top