search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Perkuat Pertanian Nasional dengan Skala Ekonomi dan Teknologi

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 12 Januari 2021 11:00
RAKERNAS. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian Tahun 2021 yang dibuka Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin (11/1/2021). foto: bpmi setpres
RAKERNAS. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian Tahun 2021 yang dibuka Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin (11/1/2021). foto: bpmi setpres

PLUZ.ID, JAKARTA – Peningkatan skala ekonomi dan penerapan teknologi pertanian merupakan langkah utama pembangunan pertanian nasional yang harus segera ditempuh. Dengan cara itu, maka biaya produksi dapat menjadi lebih murah, sehingga menimbulkan harga yang kompetitif dari produksi komoditas pertanian nasional.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat meresmikan pembukaan Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Tahun 2021 yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (11/1/2021).

“Skala luas dan teknologi pertanian dipakai betul. Itulah cara-cara pembangunan pertanian yang harus kita tuju sehingga harga pokok produksinya nanti bisa bersaing dengan harga komoditas yang sama dari negara-negara lain,” ujarnya.

Di masa pandemi saat ini, sektor pertanian menempati posisi sentral. Apalagi, dengan penduduk Indonesia yang sejumlah lebih dari 270 juta jiwa mengharuskan pengelolaan pertanian dijalankan dengan baik dan serius.

Presiden mengatakan, pembangunan pertanian sudah harus segera dilakukan secara detail, utamanya terkait komoditas yang saat ini masih memerlukan impor.

“Urusan bawang putih, gula, jagung, kedelai, dan komoditas lain yang masih impor tolong ini menjadi catatan dan segera dicarikan desain yang baik agar bisa kita selesaikan,” kata Presiden dikutip melalui siaran pers BPMI Setpres, Selasa (12/1/2021).

Joko Widodo mengatakan, pembangunan pertanian kini tak lagi bisa hanya dilakukan dengan menggunakan cara-cara konvensional yang sudah bertahun-tahun dilakukan. Apa yang dibutuhkan negara kita ialah membangun sebuah kawasan pertanian berskala ekonomi besar, termasuk salah satunya lumbung pangan baru.

“Oleh sebab itu kenapa saya dorong food estate ini harus diselesaikan. Paling tidak tahun ini yang di Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah harus selesai. Kita mau evaluasi masalahnya apa, teknologinya yang kurang apa, karena ini akan menjadi contoh,” imbuhnya.

Kepala Negara melihat permasalahan utama yang dihadapi para petani lokal selama ini ialah tidak kompetitifnya harga komoditas yang mereka hasilkan. Biaya pokok produksi yang tinggi oleh karena produksi yang dilakukan dalam jumlah sedikit menyebabkan komoditas lokal kalah bersaing dengan komoditas impor.

Untuk itulah diperlukan peningkatan skala ekonomi, sehingga para petani yang nantinya terhimpun dalam kelompok tani besar memiliki nilai tukar petani yang lebih besar sekaligus meningkatkan jumlah produksi.

“Kalau harga tidak kompetitif ya akan sulit kita bersaing sehingga sekali lagi ini harus dibangun dalam sebuah lahan yang sangat luas,” tutur Presiden.

Sementara, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Presiden RI berkenan hadir memberikan arahan dan membuka acara rakernas. Hal ini menunjukan perhatian yang tinggi Presiden kepada Kementerian Pertanian khususnya kepada para petani.

Di hadapan Presiden dan beberapa menteri serta tamu undagan baik offline maupun online yang hadir dalam Rakernas yang bertema ‘Memperkuat peran sektor pertanian dalam menopang pertumbuhan ekonomi di tengah Pandemi Covid -19’, Mentan menyampaikan beberapa hal terkait laporan Pembangunan Pertanian Tahun 2021.

Mentan mengungkapkan, Kementan telah menetapkan arah kebijakan, yaitu Pertanian Maju Mandiri Modern, sehingga arah kebijakan tersebut menjadi pedoman dalam bertindak cerdas cepat dan tepat bagi seluruh jajaran Kementan. Membangun pertanian yang maju, mandiri, dan modern kian tertantang kala wabah corona masuk ke Indonesia, dan menghantam perekonomian dunia termasuk Indonesia.

Untuk itu, dalam rangka mencapai ketahanan pangan, nilai tambah dan ekspor yang pertama harus dilakukan adalah meningkatkan produkivitas kemudian melakukan program pendukung yang  telah diformat dengan lima cara bertindak sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

“Cara bertindak yang kami lakukan meliputi peningkatkan kapasitas dan produksi, diversifikasi pangan, penguatan cadangan atau lumbung pangan, penerapan pertanian modern atau modernisasi pertanian serta peningkatan ekspor pertanian melalui Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks),” paparnya.

Mentan mengungkapkan, dalam menindaklanjuti arahan Presiden, Kementerian Pertanian telah melakukan upaya terobosan melalui pengembangan kawasan pertanian skala luas (food estate) dan program koorporasi Pertanian di enam provinsi serta melakukan perluasan areal tanam.

Mengakhiri laporanya Mentan mengungkapkan, dirinya beserta seluruh jajaran Kementerian Pertanian siap menjalankan tugas dan bekerja keras dilapangan. Dan menyampaikan terimakasihnya kepada semua pihak yang telah mendukung dalam pembanguanan pertanian.

“Kami terus meminta arahan dan perintah dari Presiden RI, untuk menjalankan tugas kami. Dukungan dan kerja sama dari pemerintah daerah baik itu agubernur maupun bupati serta para Menteri yang lainya sangat luar biasa bagi kami,” ujarnya.

Untuk diketahui, turut hadir dalam acara rakernas tersebut, diantaranya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, hingga Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top