search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Gapeksindo Sulsel Desak Pemprov Segera Bayar Kontraktor

doelbeckz - Pluz.id Senin, 18 Januari 2021 17:00
Andi Troy Martino. foto: istimewa
Andi Troy Martino. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Adanya sejumlah rekanan yang mengerjakan paket proyek di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel 2020 lalu yang hingga kini belum terbayarkan terus mendapatkan sorotan.

Kali ini, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) Andi Troy Martino mengatakan, tak ada alasan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah tak membayar rekanan.

“Jadi saya sudah bertemu dengan sejumlah teman-teman kontraktor, mereka mengeluhkan belum dibayar Pemprov Sulsel. Tidak ada alasan Pemprov Sulsel tidak membayar. Apalagi Pak Gubernur menyebut dana kita cukup, kalau uang banyak, Pak Gub bayar dong,” kata Troy Martino, Senin (18/01/2021).

Terkait penyataan Nurdin Abdullah kalau pekerjaan kontraktor kualitasnya tidak bagus, sehingga tidak dibayar, menurut Troy Martino, ucapan tersebut mestinya tak dilontarkan.

“Pemeriksaan kualitas pekerjaan ini sudah dilalui, ada tim penilai sejak awal melibatkan banyak pihak. Pemerintah kan profesional dalam hal ini, mereka bukan manajemen tukang sate. Pak Gub (Gubernur) mestinya tak bicara lagi masalah kualitas, kasihan kontraktor yang belum dibayar,” ujar Troy Martino

Tak dilakukannya pembayaran ini, Troy Martino menilai sangat miris. Pasalnya, sejak awal pengerjaan tidak dilakukan pembayaran uang muka, murni modal full dari rekanan. Sementara, dalam amanah Peraturan Presiden (Perpres), pengusaha kecil harus diberi modal awal.

“Saya bersama teman kontraktor, sangat miris melihat Pemprov Sulsel yang belum menyelesaikan kewajibannya melakukan pembayaran. Ini sangat bertentangan dengan Perpres dalam pemberdayaaan UMKM. Dalam Perpers nomor 16, UMKM atau perusahaan kecil dalam melakukan pekerjaan harus dibayarkan uang muka, ini di pemprov tidak seperti itu, justru kontraktor ini sangat membantu melakukan pekerjaan tanpa uang muka, tapi justru dipersulit pula, terancam tak dibayar,” keluh Troy Martino yang mewakili rekanan penyedia jasa konstruksi.

Troy Martino mengharapkan agar kontraktor segera dibayar Pemprov Sulsel. “Tentunya kita berharap agar Pemprov Sulsel segara melakukan pembayaran. Dan melakukan pembenahan agar tidak terjadi lagi keterlambatan pembayaran,” tegasnya.

Sejumlah kontraktor yang menggarap proyek fisik maupun pengadaan di lingkup Pemprov Sulsel yang hingga saat ini belum terbayar. Diduga, pembayaran tidak dilakukan Pemprov Sulsel, karena kas keuangan kosong. Padahal, tanggung jawab pekerjaan telah diselesaikan pada awal Desember 2020 lalu. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top