Tim Bantuan Medis Berhasil Operasi 19 Korban Gempa Sulbar
PLUZ.ID, MAMUJU – Tim bantuan medis terus bekerja maksimal pasca gempa magnitudo 6,2 yang terjadi pada Jumat (15/1/2021), pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat di Provinsi Sulbar.
Terutama memberikan penanganan medis kepada korban selamat yang mengalami luka-luka.
Ketua Tim Bantuan Medis, Prof Dr dr Idrus Andi Paturusi SpBO, mengakui, tim bantuan medis terdiri dari tim medis Unhas Makassar 16 orang, tim Semen Tonasa sembilan orang, dan tim PMI Sulsel 30 orang bahkan sudah melakukan tindakan medis kepada korban yang mengalami luka-luka di RSUD Mamuju.
“Alhamdulillah, sejak Sabtu (16/1/2021), bersama tim medis Unhas 16 orang, tim Tonasa sembilan orang, dan PMI Sulsel kurang lebih 30 orang, kami intens memberikan pertolongan medis. Sudah 19 kasus operasi. Umumnya patah tulang,” ujar Dewan Pertimbangan IDI Kota Makassar ini, Senin (18/1/2021).
Mantan Rektor Unhas ini, mengakui, dalam melakukan penanganan medis terkenda bekerja di tengah pandemi Covid-19, sehingga tim harus berhati-hati.
“Kita akan terus berupaya memberikan pertolongan dan penanganan medis. Belum tahu sampai kapan, karena masih banyak kasus yang akan dioperasi,” katanya.
KOORDINASI. Ketua Tim Bantuan Medis, Prof Dr dr Idrus Andi Paturusi SpBO (kanan) melakukan koordinasi bersama tim bantuan gempa Sulbar lainnya. foto: istimewa
Diketahui Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa M 6,2 di Majene, Provinsi Sulbar, terjadi pukul 02.28 WITA, Jumat (15/1/2021).
Sementara, Berdasarkan data per 17 Januari 2021 pukul 14.00 WIB, Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo 6,2 yang terjadi pada Jumat (15/1/2021), pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat di Provinsi Sulbar menjadi 73 orang.
Rinciannya 64 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan sembilan orang di Kabupaten Majane.
Selain itu, terdapat 554 korban luka di Kabupaten Majene dengan rincian antara lain 64 orang luka berat, 215 orang luka sedang dan 275 orang luka ringan. Terdapat 27.850 orang mengungsi di 25 titik pengungsian yang tersebar di Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang serta Desa Limbua.
Sedangkan di Kabupaten Mamuju terdapat 189 orang mengalami luka berat atau rawat inap dan terdapat lima titik pengungsian di Kecamatan Mamuju dan Kecamatan Simboro.
Selanjutnya, terdapat pelayanan kedaruratan pada tiga rumah sakit yang saat ini aktif di Kabupaten Mamuju, yaitu RS Bhayangkara, RS Regional Provinsi Sulbar, dan RSUD Kabupaten Mamuju. (***)