search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Mentan Siapkan 3 Agenda Penanganan Pasca Bencana Alam Sulbar dan Kalsel

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 24 Januari 2021 21:00
BERI BANTUAN. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), saat memantau langsung proses penanganan sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis kepada korban bencana gempa di Mamuju, Sulbar, Sabtu (23/1/2021). foto: humas kementan
BERI BANTUAN. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), saat memantau langsung proses penanganan sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis kepada korban bencana gempa di Mamuju, Sulbar, Sabtu (23/1/2021). foto: humas kementan

PLUZ.ID, MAMUJU – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) didampingi Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar memantau langsung proses penanganan sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis kepada korban bencana gempa di Mamuju, Sulbar, Sabtu (23/1/2021).

Selain itu, Mentan dan jajarannya juga memberikan bantuan untuk korban banjir di Kalsel secara serentak.

Syahrul mengatakan, Kementan hadir di tengah masyarakat yang tertimpa musibah sesuai dengan perintah yang diberikan Presiden, Joko Widodo.

“Saya ke sini yang pertama memang ditugaskan Bapak Presiden untuk meninjau secara langsung saudara-saudara kita di sini, kemudian memang ini adalah panggilan hati nurani,” tegas Syahrul saat memberikan sambutan di posko tanggap darurat bencana di halaman Kantor Gubernur Sulbar.

Menghadapi musibah di dua provinsi ini, Mentan menyebutkan, dirinya memiliki tiga agenda bantuan bagi daerah tersebut.

Agenda yang pertama disebutkan Syahrul adalah memastikan pangan cukup bagi para korban yang mengalami musibah bencana, jangan sampai urusan pangan bersoal bagi mereka.

“Adapun agenda yang kedua, dalam satu bulan ini saya perintahkan untuk membuat gugus tugas di lokasi bencana. Jajaran kami akan check dan lakukan mapping secara langsung potensi pertanian di sini.” kata SYL dikutip melalui keterangan resmi di situs Kementan, Minggu (24/1/2021).

Sedangkan agenda yang terakhir Syahrul menyebutkan, momen musibah yang terjadi di daerah menjadi kesempatan untuk memperbaiki kembali, unsur-unsur sektor pertanian yang mengalami kekurangan.

“Kita kawal potensi daerah yang punya peluang berkembang. Komoditas yang bagus potensinya, kita perkuat,” katanya.

Secara khusus bagi para pengungsi di Mamuju, Syahrul membawa bantuan berupa obat-obatan, kebutuhan pangan, dan kebutuhan sehari-hari untuk korban gempa bumi.

Begitu pula di Kalsel, sebanyak 20 unit mobil truk membawa bantuan berupa sembako, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya diberangkatkan ke sepuluh kabupaten/kota di Kalsel. Untuk pertanian Kalsel, bantuan diberikan berupa alat mesin pertanian, benih padi, dan dukungan asuransi pertanian.

Kementan ingin bantuan ini dapat meringankan masyarakat, serta para petani yang sawahnya terdampak bencana banjir.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mamuju, Muhammad Idris, menyebutkan, saat ini terdapat 89.000 orang pengungsi yang berada di 200 titik pengungsian, memberi apresiasi perhatian Kementerian Pertanian pada masyarakat Sulbar. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top