search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pemkot Makassar Bakal Ubah Bekas Terminal Toddopuli Jadi RTH

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 24 Januari 2021 18:00
BEKAS TERMINAL. Suasana bekas Terminal Toddopuli Makassar. Pemkot Makassar akan menjadikan lokasi ini sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH). foto: anas/pluz.id
BEKAS TERMINAL. Suasana bekas Terminal Toddopuli Makassar. Pemkot Makassar akan menjadikan lokasi ini sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH). foto: anas/pluz.id

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berencana bakal mengubah kawasan bekas Terminal Toddopuli menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Pasalnya, lahan tersebut tidak terurus dengan baik.

Belum lagi, lahan tersebut digunakan warga untuk berbisnis. Seperti, aktivitas kuliner sampai perbengkelan. Penataan RTH cukup dibutuhkan, terlebih RTH di Makassar terbilang masih minim.

Saat ini, RTH di Makassar masih berada di angka 11 persen dari kewajiban setiap daerah sebesar 30 persen dari total luas wilayahnya. Minimnya RTH ini terjadi lantaran pembangunan yang semakin massif.

RTH eks Terminal Toddopuli tersebut nantinya akan menjadi RTH paling besar di Kota Makassar. Sebenarnya, pembangunan RTH tersebut sudah digagas sejak awal tahun lalu. Namun, gagal diwujudkan.

Menyikapi persoalan itu, Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin, mengatakan, sebenarnya ada konsep dan rencana jika lahan eks Terminal Toddopuli akan dijadikan RTH.

Selain itu, berkembang juga rencana untuk menggunakan lahan ini, sebagai lokasi untuk armada tim kebersihan dan tempat parkir mobil sampah milik Pemkot Makassar. Sebab, sistem manajemen persampahan harus diatur secara sistematis

“Mulai dari bagaimana merawat kendaraan, bagaimana menjaga supaya itu mobil bermanfaat sesuai tupoksinya, tentu juga bagaimana supaya penanganan sampah di Makassar lebih baik. Itu butuh lokasi atau lahan yang cukup luas seperti di eks Terminal Toddopuli tersebut,” katanya.

Namun kata Rudy, konsep dan gagasan yang ada masih sulit dilaksanakan. Alasannya, karena lahan tersebut memang belum steril alias belum bersih dari warga yang melaksanakan aktivitasnya di sana. Sehingga harus ditertibkan terlebih dahulu. Termasuk soal ada warga yang mendirikan bengkel di lokasi situ.

Rudy mengatakan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, ternyata lahan tersebut sudah dikontrak pemilik bengkel.

“Ini yang menjadi kendala kita karena lahan itu dikontrak untuk dimanfaatkan. Jadi ternyata ada kontraknya. Awalnya, pun sebenarnya bukan bengkel, namun tempat untuk parkir trailer,” jelasnya.

Karena adanya persoalan tersebut, lanjut Rudy, ada opsi dibiarkan dulu selesai kontraknya, baru lahan eks Terminal Toddopuli ditata secara tuntas. “Jadi ada opsi bahwa dibiarkan dulu selesai kontraknya, baru kita melakukan penataan secara tuntas,” jelasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top