search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Danny: Bisaji Pindah, Asal Jangan Tinggalkan Masalah

Pejabat Pemkot Makassar Ramai-ramai Ajukan Pindah Tugas
doelbeckz - Pluz.id Selasa, 26 Januari 2021 23:00
Moh Ramdhan Pomanto. foto: istimewa
Moh Ramdhan Pomanto. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Terpilihnya kembali Moh Ramdhan Pomanto yang akrab disapa Danny Pomanto sebagai Wali Kota Makassar, mulai berdampak kepada struktur pemerintahan di Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

Sejumlah pejabat Pemkot Makassar dikabarkan sudah mulai siap ‘hengkang’ dengan mengajukan pindah tugas. Bahkan, tidak sedikit telah menghadap langsung ke Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin.

Danny Pomanto sendiri bersama pasangan Fatmawati Rusdi telah ditetapkan sebagai pemenang Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2020 berdasarkan rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon terpilih Pilwalkot Makassar 2020 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar di Claro Makassar, Sabtu (23/1/2021) lalu.

Terkait itu, Danny Pomanto menilai tidak ada masalah. Sepanjang pejabat tersebut tidak meninggalkan masalah selama memimpin Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Tidak apa-apa pindah. Bisaji pindah. Asal jangan tinggalkan masalah, kalau meninggalkan masalah, maka masalah akan kejarki,” ujar DP, akronim Danny Pomanto, Selasa (26/1/2021).

Danny mengaku, heran dengan sikap pejabat yang akan hengkang dan bertugas ke Pemprov Sulsel. Bahkan, Wali Kota Makassar dua periode ini, menduga mereka yang pindah memiliki ‘dosa’ dan takut bertanggung jawab.

“Kenapa takut sekali, banyakah dosanya? Itumi saya bilang mereka takut sama cerminnya sendiri,” terangnya.

Danny Pomanto mengatakan, terkait SKPD yang bakal dievaluasi usai pelantikan nantinya, ia akan menyerahkan ke tim transisi untuk menilai semua kinerja birokrat Pemkot Makassar. “Belum ada, tim transisi nanti yang kasi catatan ke saya,” katanya.

Evaluasi Kinerja Birokrat Pemkot Makassar

Usai secara resmi ditetapkan sebagai pemenang Pilwalkot Makassar 2020 melalui rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon terpilih Pilwalkot Makassar 2020 yang digelar Komisi KPU Kota Makassar di Claro Makassar, Sabtu (23/1/2021), pasangan Danny-Fatma saat ini tinggal menunggu jadwal pelantikan.

Meski demikian Danny Pomanto mulai ancang-ancang akan menata ulang struktur Pemkot Makassar. Ada tim transisi yang akan dibentuk untuk menilai birokrat, terutama terkait kinerja.

“Kami akan segera membentuk tim transisi. Kita sedang melobi dan tim transisi ini di luar pemerintahan. Mereka akan menilai satu per satu kondisi tubuh pemerintahan, siapa tahu ada birokrat tidak sehat,” kata Danny Pomanto usai ditetapkan sebagai pemenang Pilwalkot Makassar di Claro Makassar, Sabtu (23/1/2021) lalu.

Namun, kata DP, akronim Danny Pomanto, dirinya meminta seluruh masyarakat untuk bersabar. Sebab, masih ada agenda selanjutnya, yakni pelantikan di Februari mendatang. “Sesegera mungkin tim transisi bekerja. Dilantikmo rong,” ujarnya.

Danny menjelaskan, Adama (Danny-Fatma) tidak memiliki program khusus 100 hari dalam memimpin Makassar. Hanya fokus pada penataan ulang jabatan di Pemerintahan.

Moh Ramdhan Pomanto. foto: istimewa

“Tidak adaji program khusus, karena semua penting. Tapi kalau 100 hari itu membersihkan pemerintah kota,” terangnya.

Danny Pomanto mengakui, banyak hal yang mesti diperbaiki di struktur organisasi lingkup Pemkot Makassar. Pasalnya, program yang selama ini pro rakyat terkesan menghilang.

“Kita akan audit. Banyak dugaan penyalahgunaan kewenangan dan anggaran,” jelasnya.

Terkait program, sambung Danny, pihaknya akan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Misalnya saja, saat itu kondisi di Kota Makassar masih pandemi Covid-19, sehingga program akan mengacu pada perkuatan agar angka kasus Covid-19 melandai.

“Kalau program kita akan lihat konteksnya. Apa yang urgent saat itu. Kalau masih Covid-19, maka kita akan perkuat hingga membuat Covid-19 menghilang di Makassar,” paparnya.

Bentuk Tim Transisi

Pasangan Danny-Fatma mulai menggodok pembentukan tim transisi. Sejauh ini ada tiga nama yang akan menjadi anggota untuk mengevaluasi kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

“Ada tiga nama yang kita tunjuk, ada Prof Yusran Jusuf, Prof Alimuddin Ilmar, dan Muhammad Iqbal Djalil. Mereka bersedia masuk tim transisi,” kata Danny Pomanto, Senin (25/1/2021).

RESMI. Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) usai ditetapkan KPU Kota Makassar sebagai pemenang Pilwalkot Makassar 2020 melalui rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon terpilih Pilwalkot Makassar 2020 di Claro Makassar, Sabtu (23/1/2021). foto: istimewa

Menariknya, tim transisi ini ada nama eks Ketua Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Pemprov Sulsel binaan Nurdin Abdullah, yakni Prof Yusran Jusuf yang sempat diberi tugas sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar.

DP, akronim nama Danny Pomanto, mengakui, penunjukkan Prof Yusran lantaran merupakan mantan Pj Wali Kota Makassar. Dia dianggap memiliki pengalaman di pemerintahan.

“Kita besok ketemu dulu. Soal ketua tim, nanti dilihat kebutuhannya seperti apa,” paparnya. (***)

Penulis : Anas

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top