PLUZ.ID, JAKARTA – PT Sucofindo (Persero) luncurkan jasa Konsultasi Cyber Security, yaitu Sucofindo Omniguard pada kegiatan Web Seminar (Webinar) Cyber Security. Hal ini merupakan wujud dukungan Sucofindo sebagai perusahaan BUMN dalam upaya transformasi digital di Indonesia.
Sucofindo bersama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) gelar kegiatan Webinar Cyber Security yang bertajuk Keamanan Informasi, Data Korporasi dan Data Pribadi di Era Digital. Turut hadir dalam webinar Cyber Security adalah Direktur Sumber Daya dan Pengembangan Bisnis Sucofindo Rozainbahri Noor, Kepala BSSN Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian, Direktur Proteksi Ekonomi Digital Badan Siber dan Sandi Negara Anton Setiyawan, dan Kepala Pusat Pertahanan Siber Bainstrahan Kemhan RI Brigjen TNI Sarwono.
Direktur Sumber Daya dan Pengembangan Bisnis Sucofindo, Rozainbahri Noor, menjelaskan, di masa pandemi ini, teknologi informasi sangat berperan dalam memberikan solusi di era kenormalan baru, sehingga banyak organisasi, perusahaan, dan instansi harus beradaptasi melakukan transformasi digital secara cepat.
Menjawab tantangan tersebut Rozain mengungkapkan, Sucofindo memiliki kapabilitas dalam hal IT Security dan IT Solution dalam meningkatkan keamanan digital bisnis perusahaan.
“Sucofindo sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang TIC (Testing, Inspection and Certification) dalam sistem keamanan Sucofindo mampu melayani pengamanan server melalui jasa Sucofindo Omniguard yang dijajaki bersama BSSN serta melayani Sertifikasi SNI ISO 27001:2013 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi,” jelas Rozain melalui keterangan resmi dikutip di situs Sucofindo, Sabtu (30/1/2021).
Rozain memaparkan, Sertifikasi Sistem Manajemen Keamanan Informasi ini, diperlukan suatu organisasi atau perusahaan untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko untuk informasi dan aset sistem.
“Melalui tersertifikasinya SNI ISO 27001:2013 suatu perusahaan, maka menunjukkan komitmen organisasi pada keamanan informasi,” katanya.
Adapun pendekatan dalam membangun dan merencanakan sistem mengenai Sertifikasi Sistem Manajemen Keamanan Informasi Sucofindo dilakukan melalui model Plan, Do, Check, Act.
“Model PDCA tentunya akan menjabarkan secara komprehensif terkait sistem yang dirancang dan dijalankan dari proses awal hingga tahap evaluasi dengan kurun waktu tertentu,” jelas Rozain.
Dalam meningkatkan keamanan digital bagi pelanggan Sucofindo juga turut menawarkan layanan integrasi keamanan server melalui Sucofindo Omniguard.
“Solusi Sucofindo Omniguard mencakup area keamanan informasi yang didefinisikan dalam ISO / IEC 27002 : 2013, standar SMKI (Sistem Manajemen Keamanan Informasi),” papar Rozain.
Terdapat tiga modul dalam Sucofindo Omniguard yaitu Account & Password Management, Access Control dan Command Control. “Sehingga server ini akan memberikan keamanan dari berbagai sisi untuk melindungi aset IT perusahaan atau organisasi,” ujarnya.
“Diharapkan produk IT Security dan IT Solution ini, dapat mendukung pengelolaan keamanan data dan Solusi Informasi Teknologi dalam bisnis proses pelanggan termasuk kegiatan Inspeksi, Pengujian dan Sertifikasi pelanggan Sucofindo,” tambah Rozain.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BSSN, Hinsa Siburian, menyampaikan, cyber security menjadi sangat penting karena fondasi dalam menjaga keamanan dan keterhubungan seluruh sistem yang kemudian kita harus membangun sistem manajemen keamanan informasi.
Hinsa Siburian melanjutkan, strategi mengamankan ruang cyber adalah dengan membagi peran para permangku kepentingan yaitu pemerintah, pelaku usaha, akademisi dan komunitas. “Oleh karena itu, kami harus bisa bersinergi dengan para pemangku kepentingan agar dapat menjaga dan mengamankan ruang cyber,” katanya.
Direktur Proteksi Ekonomi Digital Badan Siber dan Sandi Negara, Anton Setiyawan, memaparkan, agar cyber persona menjadi kompetitif, menjaga diri sendiri, dan juga dapat memberikan manfaat untuk bangsa terdapat tiga area komponen kompetensi yaitu knowledge, skills, dan attitude and value. (***)