search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Tim Transisi Danny-Fatma Mulai Bekerja

doelbeckz - Pluz.id Senin, 01 Februari 2021 23:00
KOORDINASI. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, saat melakukan koordinasi dengan tim transisi yang dipimpin Prof Yusran Jusuf di ruang rapat kediaman Danny, Jl Amirullah, Kota Makassar, Senin (1/2/2021). foto: tim media danny-fatma
KOORDINASI. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, saat melakukan koordinasi dengan tim transisi yang dipimpin Prof Yusran Jusuf di ruang rapat kediaman Danny, Jl Amirullah, Kota Makassar, Senin (1/2/2021). foto: tim media danny-fatma

PLUZ.ID, MAKASSAR – Tim Transisi Wali Kota dan Waki Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi, langsung bekerja.

Tim transisi yang dipimpin Prof Yusran Jusuf telah melakukan koordinasi dengan Danny Pomanto, Senin (1/2/2021). Selain Prof Yusran tim transisi yang dibentuk terdiri beberapa pakar yang memahami tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, diantaranya Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Aminuddin Ilmar, Prof Anwar Guru Besar Pendidikan dan Ekonomi dari Universitas Negeri Makassar (UNM), ahli tata ruang dan perkotaan Dr Naidah Naing,
serta tokoh koalisi keummatan Ustaz Muhammad Iqbal Djalil.

Selain itu, tim transisi juga melibatkan pakar hukum Unhas Dr Sakka Pati sebagai sekretaris dan aktivis perempuan Henny Handayani sebagai juru bicara.

Langkah pertama yang dilakukan dengan mulai melakukan screening visi misi dan program strategis sebelum pasangan Danny-Fatma resmi menjabat sebagai Wali Kota-Wakil Wali Kota Makassar.

Dalam proses screening yang dilakukan di ruang rapat kediaman Danny, Jl Amirullah, Kota Makassar, Senin (1/2/2021), tim transisi mulai membedah satu per satu dari 24 program strategis Danny-Fatma, seperti yang telah dijanjikan selama masa kampanye Pilwalkot Makassar lalu. Dari 24 program strategis tersebut juga nantinya akan menjadi 100 program inovasi yang akan diimplementasikan pasangan Danny-Fatma.

Danny menjelaskan, tim transisi memiliki tiga peran khusus, mulai dari persiapan sebelum pelantikan, proses penyusunan kabinet setelah pelantikan, serta fase ketiga tim transisi akan berubah menjadi holding untuk mengawal seluruh program yang akan dijalankan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang telah ditentukan sebelumnya.

“Untuk menjawab kebutuhan masyarakat, kita butuh persiapan, dengan melibatkan orang-orang yang expert (berpengalaman), kita memohon bantuannya untuk mentransformasikan visi-misi, program strategis menuju implementasi, seperti berapa SKPD yang terlibat, siapa leadernya,” ujar Danny.

Danny menambahkan, tim transisi juga akan melakukan evaluasi sejumlah kebijakan yang dilakukan selama masa kekosongan wali kota yang diisi penjabat wali kota yang dipilih Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

“Tim transisi yang akan mengevaluasi, dengan mengedepankan aspek intelektualitas dan profesionalitas, kalau saya sendiri yang mengevaluasi nanti dikira balas dendam, kalau kebijakannya bagus tentu kita dukung, yang kita bahas hal-hal produktif saja,” jelasnya.

Sementara, Prof Yusran Jusuf, mengatakan, ia dan beberapa pakar lainnya akan bekerja secara profesional untuk memberi kontribusi positif bagi warga Kota Makassar.

“Fokus pertama yang mulai dikaji tim transisi terkait penanganan Covid-19, lalu pelayanan publik, dan percepatan-percepatan dalam bidang pemerintahan,” jelas mantan Pj Wali Kota Makassar.

“Kita akan mendiskusikan semua program strategis Danny-Fatma dan akan menentukan skala prioritas di tahun pertama dan program selanjutnya,” tambah mantan Dekan Fakultas Kehutanan Unhas ini. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top