search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Waspadai Oknum Mengatasnamakan Tim Danny-Fatma Jual Beli Jabatan

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 02 Februari 2021 23:00
Djusman AR. foto: istimewa
Djusman AR. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar terpilih, Moh Ramdhan Pomanto, meminta kepada khalayak ramai, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mewaspadai oknum yang mengatasnamakan tim Danny Fatma (Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi) untuk mendapatkan jabatan.

“Saya meminta kepada siapapun, khususnya ASN jangan percaya kalau ada yang menjanjikan jabatan. Apalagi, sampai meminta uang,” terang Danny Pomanto, Selasa (2/2/2021) malam.

Danny Pomanto dengan tegas membantah, jika ada tim Danny-Fatma yang melakukan jual beli jabatan. Bantahan ini, diungkapkan Danny Pomanto kepada aktivis anti korupsi Djusman AR, yang mengkonfirmasi aduan salah satu pejabat kelurahan di Kota Makassar yang diterima.

“Tidak benar itu, Pak Djusman. Tidak ada tim kita (Danny-Fatma) yang seperti itu. Kalau ada seperti itu, kita akan laporkan ke aparat penegak hukum,” ujarnya.

Sementara, Djusman mengakui, telah menerima aduan langsung dari salah satu pejabat kelurahan di Kota Makassar jika mendapatkan tawaran posisi di bawah kabinet Danny-Fatma nantinya saat menjalankan roda pemerintahan di Kota Makassar.

“Pejabat ini, datang ke saya mengadu. Katanya, dihubungi orang yang mengaku tim Danny-Fatma ditawari jabatan sebagai Lurah. Caranya, cukup membayar Rp9 juta,” bebernya.

“Makanya, di depan orang ini, yang datang mengadu, saya konfirmasi langsung ke Pak Danny Pomanto, apakah itu benar ada seperti itu atau tidak. Lalu jawabannya, itu tidak benar dan diminta jangan percaya itu,” tambah Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar ini.

Djusman yang diketahui sebagai advisor Danny Pomanto bidang pencegahan korupsi pada periode pertama sebagai Wali Kota Makassar, mengatakan, hal seperti ini, juga menjadi perhatian tim transisi yang dibentuk Danny-Fatma.

“Kita warning Pak Danny Pomanto bersama tim transisi agar tidak main-main dengan persoalan seperti ini. Pemerintah Danny-Fatma harus menjalankan pemerintahan yang bersih, bebas dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) atau good governance sesuai visi misi yang diusung,” tegas Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) Non Governmental Organization (NGO) Sulawesi ini.

Tim Transisi Danny-Fatma

Pasangan Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi sendiri telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar sebagai pemenang Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2020 dan juga telah ditetapkan DPRD Kota Makassar sebagai Wali Kota-Wakil Wali Kota Makassar 2020-2025. Pasangan ini sisa menunggu pelantikan.

Sembari menunggu pelantikan, Danny-Fatma membentuk tim transisi yang kini mulai bekerja.

Tim transisi yang dipimpin Prof Yusran Jusuf telah melakukan koordinasi dengan Danny Pomanto, Senin (1/2/2021). Selain Prof Yusran tim transisi yang dibentuk terdiri beberapa pakar yang memahami tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, diantaranya Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Aminuddin Ilmar, Prof Anwar Guru Besar Pendidikan dan Ekonomi dari Universitas Negeri Makassar (UNM), ahli tata ruang dan perkotaan Dr Naidah Naing,
serta tokoh koalisi keummatan Ustaz Muhammad Iqbal Djalil.

Selain itu, tim transisi juga melibatkan pakar hukum Unhas Dr Sakka Pati sebagai sekretaris dan aktivis perempuan Henny Handayani sebagai juru bicara.

Langkah pertama yang dilakukan dengan mulai melakukan screening visi misi dan program strategis sebelum pasangan Danny-Fatma resmi menjabat sebagai Wali Kota-Wakil Wali Kota Makassar.

Dalam proses screening yang dilakukan di ruang rapat kediaman Danny, Jl Amirullah, Kota Makassar, Senin (1/2/2021), tim transisi mulai membedah satu per satu dari 24 program strategis Danny-Fatma, seperti yang telah dijanjikan selama masa kampanye Pilwalkot Makassar lalu. Dari 24 program strategis tersebut juga nantinya akan menjadi 100 program inovasi yang akan diimplementasikan pasangan Danny-Fatma.

Danny menjelaskan, tim transisi memiliki tiga peran khusus, mulai dari persiapan sebelum pelantikan, proses penyusunan kabinet setelah pelantikan, serta fase ketiga tim transisi akan berubah menjadi holding untuk mengawal seluruh program yang akan dijalankan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang telah ditentukan sebelumnya.

“Untuk menjawab kebutuhan masyarakat, kita butuh persiapan, dengan melibatkan orang-orang yang expert (berpengalaman), kita memohon bantuannya untuk mentransformasikan visi-misi, program strategis menuju implementasi, seperti berapa SKPD yang terlibat, siapa leadernya,” ujar Danny.

Danny menambahkan, tim transisi juga akan melakukan evaluasi sejumlah kebijakan yang dilakukan selama masa kekosongan wali kota yang diisi penjabat wali kota yang dipilih Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

“Tim transisi yang akan mengevaluasi, dengan mengedepankan aspek intelektualitas dan profesionalitas, kalau saya sendiri yang mengevaluasi nanti dikira balas dendam, kalau kebijakannya bagus tentu kita dukung, yang kita bahas hal-hal produktif saja,” jelasnya.

Sementara, Prof Yusran Jusuf, mengatakan, ia dan beberapa pakar lainnya akan bekerja secara profesional untuk memberi kontribusi positif bagi warga Kota Makassar.

“Fokus pertama yang mulai dikaji tim transisi terkait penanganan Covid-19, lalu pelayanan publik, dan percepatan-percepatan dalam bidang pemerintahan,” jelas mantan Pj Wali Kota Makassar.

“Kita akan mendiskusikan semua program strategis Danny-Fatma dan akan menentukan skala prioritas di tahun pertama dan program selanjutnya,” tambah mantan Dekan Fakultas Kehutanan Unhas ini. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top