search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Tim Transisi Danny-Fatma Minta Masukan PGRI dan IGI

Dalami Masalah Pendidikan Kota Makassar
doelbeckz - Pluz.id Kamis, 04 Februari 2021 23:00
Prof Yusran Jusuf. foto: istimewa
Prof Yusran Jusuf. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Tim Transisi pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar terpilih, Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi, yang diketuai Prof Yusran Jusuf, melakukan dengar pendapat dengan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Ikatan Guru Indonesia (IGI) di Hotel Maxone Makassar, Kamis (4/2/2021).

PGRI dan IGI diundang untuk mendengar langsung ulasan faktual terkait dunia pendidikan, khususnya Kota Makassar. Hadir Ketua PGRI Sulsel Prof Dr Hasnawi Haris MHum dan mantan Ketua Umum IGI Muhammad Ramli Rahim.

“Tim transisi mendengarkan dan berdiskusi terkait bagaimana mensinergikan program pendidikan Danny-Fatma dengan sejumlah masalah yang dihadapi oleh dunia pendidikan di kota Makassar,” kata Henni Handayani, Juru Bicara Tim Transisi Danny-Fatma.

Henni menjelaskan, kehadiran PGRI dan IGI sebagai mitra eksternal diharapkan mampu memuluskan realisasi misi Revolusi Pendidikan Danny-Fatma dengan turunan 18 Program Revolusi Pendidikan ke seluruh stakeholder terkait.

“Tim Transisi berharap program yang sudah dicanangkan mampu direalisasikan secara lebih terukur dan betul-betul menjawab kebutuhan. Adapun SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait dalam hal ini di bawah koordinasi Disdik sebagai leader program,” jelasnya.

Muhammad Ramli Rahim mengatakan, cukup banyak tantangan di dunia pendidikan yang harus dijawab Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Misalnya angka putus sekolah yang masih cukup tinggi, ketersediaan sumber daya guru yang kompeten, kesejahteraan juga persoalan sistem rekruitmen siswa yang masih carut marut, serta sarana dan prasarana pendidikan yang layak.

“Sekitar 1.125 guru menuju pensiun di kota Makassar dan problem saat ini Makassar kekurangan guru SD dan SMP. Ini adalah kendala-kendala terkini yang terjadi di lapangan saat ini,” kata Ramli Rahim.

Sementara, Ketua PGRI Sulsel, Hasnawi Haris, menjelaskan, sejumlah problem tersebut diperparah dengan Covid-19 yang memukul aktivitas dunia pendidikan.

“Kami berharap Kota Makassar ke depan bisa menjadi percontohan sistem penataan pendidikan di Indonesia khususnya ditengah pandemi Covid-19,” tutup Hasnawi. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top