search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Yusran Sebut Pj Wali Kota Makassar Kehilangan Akal Sehat

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 05 Februari 2021 18:00
Yusran Jusuf. foto: facebook @yusran jusuf
Yusran Jusuf. foto: facebook @yusran jusuf

PLUZ.ID, MAKASSAR – Ketua Tim Transisi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar terpilih Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma), Prof Yusran Jusuf mengkritisi Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin. Bahkan, akademisi Unhas Makassar ini, menyebut Pj wali kota seperti sudah kehilangan akal sehat.

Kontroversi teranyar adalah pencopotan Rusmayani Madjid dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kota Makassar yang diduga disebabkan tersendatnya pencairan dana hibah pariwisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Namun, bukan hanya itu, selama ini Pj wali kota tidak menunjukkan itikad baik terhadap wali kota terpilih.

“Misalnya tidak menghadiri tugas utamanya saat penetapan hasil Pilwalkot (Pemilihan Wali Kota) Makassar di KPU, paripurna DPRD tentang penetapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, menutup komunikasi dengan wali kota terpilih. Bahkan, memeriksa ASN (Aparatur Sipil Negara) yang bertemu wali kota terpilih yang dilakukan di luar jam kerja,” urainya, Jumat (5/2/2021).

Yusran mengatakan, semestinya, Pj wali kota memfasilitasi pertemuan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot dengan wali kota terpilih agar visi misi wali kota dapat diintegrasikan dalam APBD, RKPD, dan RPJMD Makassar.

Belum lagi, lelang jabatan di Pemkot Makassar juga terkesan dipaksakan selesai sebelum pelantikan Danny Pomanto, 17 Februari 2021. Pengumuman hasil lelang jabatan hanya berselang tiga hari sebelum pelantikan wali kota terpilih.

“Saya kira publik bisa menilai. Selama ini kita merasa tidak ada itikad baik dari Pj. Makanya saya katakan sepertinya Pj ini sudah kehilangan akal sehat,” terangnya.

Yusran yang juga nantan Pj Wali Kota Makassar mengingatkan, Rudy Djamaluddin bekerja untuk kepentingan masyarakat Makassar, bukan segelintir orang atau elite tertentu.

“Masyarakat telah memilih Danny-Fatma sebagai pemimpin Kota Makassar, harusnya Pj sadar posisinya, yakni disumpah untuk melayani kepentingan masyarakat dan mengawal transisi pemerintahan,” katanya.

Yusran saat ini ditunjuk sebagai Ketua Tim Transisi Danny-Fatma. Tim transisi bekerja untuk mengawal program Danny-Fatma agar bisa bersinergi dengan OPD Pemkot Makassar.

Tim transisi beranggotakan pakar, yakni Prof Yusran Yusuf sebagai ketua dan anggota Prof Aminuddin Ilmar, Prof Anwar Ramli, Dr Naidah Naing, dan Ustaz Muhammad Iqbal Djalil. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top