search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Tim Transisi Danny-Fatma Susun Tahapan Pelaksanaan Program Strategis

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 07 Februari 2021 17:00
Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi. foto: istimewa
Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Setelah melakukan pemetaan program, Tim Transisi Danny-Fatma menyusun timeline masing-masing program. Hal ini dilakukan agar visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar terpilih, Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) dilaksanakan secara lebih terukur dan terencana.

“Tim Transisi ingin apa yang telah dijanjikan Danny-Fatma bukan sekedar janji politik asal-asalan, tapi harus dapat direalisasikan dalam masa jabatan yang akan dijalani,” ujar Henny Handayani, Juru Bicara Tim Transisi Danny-Fatma, Sabtu (6/2/2021).

Henny menjelaskan, banyak program strategis Danny-Fatma yang dinilai butuh perhatian khusus segenap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Oleh karena itu, beberapa program diprioritaskan untuk disegerakan pelaksanaannya. Salah satu contohnya adalah program penanganan pandemi Covid-19 dan reformasi birokrasi.

“Kedua agenda ini membutuhkan gerak cepat, tidak ada kata menunggu lagi, harus segera dieksekusi,” jelasnya.

Henny menambahkan, agar jelas arah kerja dalam mewujudkan visi Danny-Fatma dalam mewujudkan Makassar sebagai kota dunia yang Sombere and Smart City dengan imunitas tinggi, maka perlu penyusunan tahapan waktu (timeline) untuk setiap program strategis.

Diketahui, timeline program yang telah disusun tim transisi akan menjadi rujukan bagi OPD terkait. Timeline tersebut disusun secara lebih rinci dengan mengurai turunan teknis dari 24 program Danny Fatma. Juga memilah program program yang bersifat jangka pendek dan berkelanjutan. Beberapa program ditarget harus tuntas selama periode kepemimpinan Danny-Fatma.

“Sudah ditentukan masing masing timing untuk 24 program strategis Danny-Fatma. Ada yang disetting untuk tahun pertama, kedua dan seterusnya. Intinya, semua harus on the track agar target bisa dicapai,” ungkap Henny.

Segenap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar diharapkan mampu berakselerasi dengan wali kota terpilih agar agenda kerja bisa berjalan secara maksimal.

“Tidak ada lagi tumpang tindih kewenangan, tiap-tiap OPD harus memahami dan menguasai dengan baik tupoksinya. Betul betul bekerja untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Tim transisi, lanjut Henny, akan terus bekerja keras agar Makassar dapat dirapikan, dapat disusun kembali Danny-Fatma setelah ditinggalkan Danny Pomanto sejak Mei 2019 lalu.

“Kita tahu, kondisi pembangunan Makassar dan birokrasinya berantakan dalam dua tahun terakhir ini. Ini semua akibat perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ujar Henny.

Hingga hari ini tim transisi yang dipimpin Prof Yusran Jusuf masih terus fokus melakukan agenda-agenda kerja dalam mengawal visi misi dan program Danny-Fatma.

Tim transisi beranggotakan pakar, yakni Prof Yusran Jusuf sebagai ketua dan anggota Prof Amiruddin Ilmar, Prof Anwar Ramli, Dr Naida Nain, dan Muhammad Iqbal Djalil. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top