search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Eratkan Peran ke Masyarakat Jadi Tantangan PKK Sulsel di Masa Pandemi Covid-19

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 09 Februari 2021 14:00
Lies F Nurdin. foto: humas pemprov sulsel
Lies F Nurdin. foto: humas pemprov sulsel

PLUZ.ID, MAKASSAR – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulsel, Lies F Nurdin, menyampaikan tantangan pandemi Covid-19 justru mengeratkan peran PKK kepada masyarakat. Hal ini ia sampaikan pada webinar Peran Edukasi dalam Penanggulangan Pandemi Covid-19, Senin (8/2/2021).

Lies menyebutkan, selama periode Pandemi, PKK bersama Pemprov Sulsel dan lembaga non-pemerintahan yang terlibat mampu bergerak secara massif dan terstruktur dalam mendukung program-program strategis di Sulsel. Utamanya berkaitan dengan upaya pemutusan rantai penularan virus di masyarakat dan pemulihan ekonomi di masa Pandemi.

“Tahun 2020 di masa Pandemi, peran PKK nyata dalam menggerakkan masyarakat. Pada 24 kabupaten/kota, 307 kecamatan dan 3.047 Desa Kelurahan, upaya ini banyak memberi andil dalam berbagai upaya pemutusan rantai Covid-19 sekaligus pemulihan ekonomi,” sebutnya.

Pada kesempatan ini, Lies juga menyebutkan, beberapa capaian program dan strategi PKK Sulsel di tahun 2021. Program tersebut, diantaranya menghadirkan perpustakaan ibu dan anak yang telah fungsional di awal tahun, pembangunan koperasi wanita sejahtera Masagena, pembangunan rumah sehat berbasis kearifan lokal di GOR Sudiang, dan penyusunan buku khasanah kuliner dan kerajinan Sulsel.

“Untuk Menjalankan program ini ke depan sangat diharapkan kerjasama Ketua TP PKK se-Sulsel. Dalam menjalankan tim penggerak PKK Provinsi Sulsel harus bersinergi dan berkalaborasi dengan tim penggerak PKK Kabupaten/Kota se-Sulsel,” harapnya.

Lies melanjutkan, untuk memaksimalkan program kegiatan di seluruh daerah, TP PKK Provinsi akan melakukan penguatan bersama PKK Kabupaten/Kota.

“Untuk itu dipandang perlu melakukan penguatan kepada Tim penggerak PKK kabupaten/kota se-Sulsel untuk memberikan stimulant kepada Tim Pengerak PKK Kabupaten/Kota,” ujarnya.

Pada webinar yang digelar bersama IDI ini, Lies juga melaksanakan diskusi perihal perihal fakta seputar virus hingga bagaimana cara kerja vaksin Covid-19 bersama spesialis paru dr Arief Santoso.

“Memasuki Tahun 2021, dalam ‘era new normal’ mari kita tetap menjalankan peran, utamanya dalam sosialisasi pemutusan rantai Covid-19, pemberdayaan masyarakan dan pemulihan ekonomi,” ujarnya.

“Dalam menjalani kegiatan tersebut di tengah wabah Covid-19 yang bervariasi dan masih tinggi, sangat penting bagi kita mengetahui langkah-langkah dalam menghindari maupun mengatasinya. Semoga wawasan kita bertambah dan dan dapat kita teruskan kepada lingkungan masing-masing,” tambahnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top